FacebookTwitter

Hellen: “Gue Cina Tauk!”

By on Apr 21, 2015 in Diary

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Di kampus gue, yang terkenal dengan sebutan kandang burung itu, sebagian besar isi mahasiswanya adalah orang Cina. Di setiap kelas, paling cuma ada 1 atau 2 orang non-Cina. Meskipun begitu, kami tetap saling menyayangi. Nah, di blog kali ini, yang pengin gue bahas adalah salah satu temen kampus gue bernama Hellen Poulina yang diragukan identitasnya.

Gue dan Hellen beda konsentrasi jurusan. Gue ambil Manajemen Pemasaran, sedangkan Hellen ambil Manajemen Keuangan. Ketauan kan mana yang rajin ke pasar dan mana yang rajin mengatur keuangan? Meskipun rajin mengatur keuangan, tapi Hellen kalau narik duit di ATM, struknya diambil, terus duitnya ditinggal. Sumpah, ini kisah nyata, lho.

42-31179133

Hellen: #GueMahGituOrangnya

mariskatracy-rockUdahlah stop ngomongin kekurangan Hellen yang satu ini, tapi kita lanjut yuk ke kekurangan Hellen yang lain. Meskipun beda konsentrasi jurusan, tapi gue dan Hellen cukup sering bertemu tanpa sengaja di semester-semester awal. Lumayan sering sekelas, padahal nggak pernah direncanain. Ah, emang udah jodoh dari sananya, sih! Anaknya baik, ramah, pintar, dan terlihat rajin ketika di kelas. Beda banget sama gue. Kalau gue sih, lebih rajin lagi pastinya!

Ketika kami pertama kali ketemu, kami masih sama-sama gemuk. Nggak gemuk-gemuk amat, sih, tapi agak montok gimana gitu. Beda tipis sama babi merah yang suka ada di nasi campur. Karena semua orang di sana banyak yang Cina, gue pun menganggap bahwa Hellen juga Cina, meskipun aura Cina totok kurang begitu terpancar di wajahnya. Soalnya, kulitnya nggak putih. Agak cokelat. Tapi, yang melekat di otak gue adalah dia Cina.

Sebenernya, apa pun status Hellen, gue tetep mau berteman sama dia, kok. Sampai sekarang pun, kami masih berteman baik. Suka curhat, makan bareng, nongkrong, bahkan kami punya grup di Whatsapp yang isinya banyak banget. Empat orang. Bisa dibilang, kami malah lebih dekat ketika sudah lulus kuliah, ketimbang ketika kuliah dulu.

Gue yakin dia Cina, tapi ada obrolan beberapa tahun lalu dengan teman-teman yang mempertanyakan identitas Hellen, terutama Niho (nama aslinya Adrian Arief Tantri) yang pernah tanya sama Hellen secara langsung.

“Len, lo bukan Cina, kan?” tanya Niho.

“Yee… Apa sih lo? Gue bilang ke nyokap gue, ye!” Hellen langsung marah-marah. Tapi, abis itu nggak marah lagi karena dia begitu sayang sama Niho, sahabatnya.

Nggak cuma Niho yang mempertanyakan, tapi Sherly, Willy, dan Hengky Po juga begitu.

“Ini foto nyokap sama bokapnya Hellen, Kak,” kata Sherly ketika kami lagi ngumpul.

“Mana-mana? Mau liat!” kata gue dengan penuh nafsu kayak liat gorengan.

“Oh..” Gue mengerti apa yang dimaksud mereka.

“Nyokapnya Cina banget kan mukanya. Mirip banget sama Hellen. Kalau bokapnya kayak bukan Cina.”

“Oh, campuran gitu, ya, Kak? Gue pikir dia Cina, lho, Kak.”

“Menurut gue sih, dia lebih ke Cina eksotik gitu, ya. Kulitnya agak gelap soalnya,” bilang Willy.

“Waktu dia masih gemuk, mukanya Cina banget. Kayak encik-encik. Sekarang, pas dia udah kurusan, muka Cina-nya hilang,” kata Hengky.

“Kayaknya bokapnya orang Menado, Batak atau Ambon gitu, ya,” tebak gue ngasal. Mereka pun setuju sama pendapat gue.

Hellen pun resmi diklaim sebagai Cina campuran. Tapi, gue pun nggak masalah sama hal itu. Gue tetap mencintainya apa adanya. Camkan itu!

mariskatracy-rockKeyakinan gue bahwa Hellen adalah Cina campuran Batak, Menado, atau Ambon makin kuat saat Hellen mengutarakan keinginannya, yaitu pengin punya pacar Batak dan brewokan.

“Gue pengin yang kayak Sammy Simorangkir, Kak! Hot banget, Kak! Nggak usah Batak juga nggak apa-apa. Yang penting brewokan, Kak!” ujar Hellen.

“Oh, jadi lo nggak mau sama cowok Cina, ya, Len?”

“Nggak mau, Kak. Nggak suka cowok yang mukanya Cina Kota (Cinko). Lagian, kalau Cinko kan jarang yang brewokan.”

“Oh, gitu, Kak. Berarti yang kayak Kak RG nggak suka dong?”

“Nggak, Kak. Mukanya Cina banget, sih”

Rasis banget, lo! Lo juga ada Cina-nya kali.  Bilang batin gue.

“Kalau ada yang Batak atau brewokan, kenalin ke gue, ya.”

“Oke, Kak.”

Dalam hati, gue langsung mikir, enak juga jadi Hellen. Meskipun nyokapnya Cina, tapi kayaknya Hellen bebas menentukan pilihan yang dia suka, termasuk jodoh. Nggak harus nikah sama sesama ras. Mungkin karena emang nyokapnya juga nikah sama bapaknya Hellen yang non-Cina, jadi Hellen pun dikasih kebebasan untuk memilih jodoh.

mariskatracy-rockWaktu pun berlalu. Dan gue tetap yakin kalau Hellen adalah Cina campuran. Entah apa itu campurannya. Tapi, semuanya berubah lagi ketika gue, Hellen, dan Susi jalan-jalan ke Grand Indonesia (GI) hari Minggu kemarin. Waktu lagi makan dessert di Sumoboo, tiba-tiba Hellen curhat kalau dia lagi deket sama seorang cowok yang menurutnya oke bingit.

“Ceritain dong, Len! Cowoknya kayak gimana?” tanya Susi ke Hellen.

“Mukanya cakep, Kak. Terus tajir dan seiman pula.”

“Wah, tipe lo banget dong. Terus gimana?” tanya gue.

“Tapi, ada masalah, Kak. Ceritanya begini. Gue kan sebelumnya nggak pernah cerita ke nyokap gue tiap kali gue deket sama cowok. Tapi, kali ini gue cerita. Dan nyokap gue nggak setuju karena cowok ini bukan Cina. KZL nggak tuh?” curhat Hellen.

Gue dan Susi bengong bentar. Gue pun mikir sebentar. Kayaknya ada yang pengin gue omongin, tapi apa, ya? Eh, tiba-tiba gue inget lagi.
“Sorry, Kak. Gue mau tanya. Bukannya nyokap lo juga milih bokap lo yang bukan Cina? Terus kenapa lo nggak boleh pacaran sama orang non-Cina?” Dan pertanyaan itu pun gue lontarkan begitu aja. Abisnya gue penasaran, sih. Penasaran sekaligus bingung sama keluarganya.

“HAHAHA… Kata siapa bokap gue bukan Cina? Bokap gue Cina tau. Nyokap gue juga. Gue juga Cina. HAHAHA… Ini gara-gara Niho yang suka ngata-ngatain gue bukan Cina, nih!” kata Hellen dengan geram.

“HAHAHAHA…” Susi pun ngakak.

“Jadi, lo murni Cina, Len? Hahaha.. Dulu si Sherly pernah kasih liat foto bonyok lo ke gue. Bokap lo emang kayak bukan Cina, sih,” bilang gue.

“Mukanya emang begitu. Tapi, bokap gue Cina, kok.”

Kalau dipikir-pikir lagi, muka yang Cina banget atau nggak, emang nggak bisa dijadikan patokan status orang itu, sih. Gue punya temen namanya Marsiella. Pas pertama kali kenal, gue sama sekali nggak percaya kalau dia Cina karena mukanya Arab banget dan kulitnya nggak putih. Mukanya mirip-mirip kayak Nabila Syakieb versi eksotik. Terus, ada juga beberapa orang yang gue pikir dia Cina, ternyata bukan. Tapi, orang Sunda atau Cimahi. Cuma menang di putih dan sipit.

Hellen pun menunjukkan chat dia sama bokapnya di Whatsapp yang membuktikan bahwa keluarganya masih Cina totok. Gue nggak enak tampilin capture-an Whatsapp-nya. Kira-kira begini bunyi chat-nya.

Hellen, mama ngoceh terus bahwa Hellen mau sama orang pribumi. Papa dan mama pengin Hellen sama orang yang seiman dan MASIH CINA. Hellen tidak usah pikirin papa karena papa sudah berserah sama Tuhan Yesus, tapi papa hanya mengharapkan keturunan/ cucu dari Hellen yang menyenangkan seperti Kaylla dan Holli (ponakan Hellen yang juga keturunan Cina).

Hellen kenapa nggak mau sama cowok Cina yang tinggal di Kopyor itu? Supaya mama nggak ngoceh terus.

Dan Hellen juga tidak perlu mikirin papa karena papa sudah berserah kepada Tuhan. Walaupun papa sakit ginjal, tapi semua sudah ditanggung sama Tuhan Yesus dan papa tidak perlu keluar uang se-sen pun. Jadi, lebih baik Hellen pikirin saja rumah tangga atau keluarga Hellen. Papa masih mengharapkan cucu dari Hellen, tentunya dari Cina juga.

mariskatracy-rockMemang kadang orangtua seperti itu. Mereka bilang sudah berserah kepada Tuhan dan kita disuruh buat nggak usah mikirin mereka, tapi ujung-ujungnya minta cucu. Terus cucunya juga harus impor dari Cina. Hahaha.. Kalau kayak begini, kita cuma bisa pasrah dan nurutin apa yang mereka mau. Begitu juga dengan Hellen yang harus pasrah soalnya dia nggak boleh nikah sama orang non-Cina. Impian untuk memiliki cowok Batak pun sirna sudah. Mungkin untuk selanjutnya, Hellen akan kembali ke pelukan Cina totok.

Nah, kalau kalian Cina dan seiman kayak Kak Hellen, terus pengin kenalan sama Kak Hellen, ini nih mukanya Kak Hellen pas lagi foto bareng gue dan Susi. Kece kan mereka!

Photo 19-04-15 20.42.43

Processed with VSCOcam with c1 preset

Yang di tengah gue. Yang baju hitam Kak Hellen, yang baju pink Kak Susi.

Kalau mau follow up, bisa langsung cus ke Instagramnya: @hellenpoulina

Kalau instagram Kak Susi: @suzieyana58

mariskatracy-rockTerus, kalau kalian udah baca tulisan ini, sebelum tersinggung duluan, gue pengin bilang bahwa Kak Hellen aja yang dibahas di blog ini aja nggak marah. Jadi, kalian nggak usah sewot sampe naik darah. Gue juga Cina jadi nggak masalah bahas bercandaan soal Cina dan fenomena di dalamnya. Salam Cina.

Foto: Dok. Mariska, Meme di Path

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy