FacebookTwitter

Kak RG Pernah Jadi Cinko

By on Feb 2, 2015 in Diary

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Beberapa hari lalu, Kak RG pernah bikin status di Facebook yang artinya kurang lebih kayak begini:

Enam tahun lalu, tahun 2009, gue baca sebuah post viral yang di-repost di mana-mana. Post itu sangat mengena di hati dan membuat hidup gue berubah. Waktu itu, gue nggak pernah menyangka kalau suatu hari, gue bisa kenalan dengan penulis aslinya. Tapi, hari ini gue sudah menemukan siapa penulis aslinya, yang ternyata sudah jadi pacar gue sejak tahun lalu.

 

RG cinko1

‘Woman’ yang dimaksud di status tersebut, tentu aja adalah gue (Kak Uung). Mungkin kalian penasaran, kenapa si Kak Uung nggak disebut sebagai ‘man’ aja? Dia kan macho! Macho pala lo. Biar begini-begini, gue lebih feminin dari kalian. Cihhh (langsung nyulam dan ngebatik ala puteri Solo).

Tapi, kalian pasti lebih penasaran tentang tulisan viral yang dimaksud oleh Kak RG! Tulisan viral yang dimaksud oleh Kak RG adalah tulisan tentang Cinko yang pernah gue buat di tahun 2009 di notes Facebook. Tulisannya bisa kalian baca di sini. Tanpa disangka-sangka, tulisan itu ada beberapa bagian yang di-copy paste, sampai jadi viral di internet. Viralnya itu dari tahun 2009 sampe 2010. Bahkan, sempet jadi joke di broadcast message BBM.

Nggak tau deh, harus seneng atau sedih. Sedih soalnya banyak yang copas tanpa kasih tau kalau itu joke itu gue yang bikin. Padahal, waktu gue bikin artikel itu, gue tulis semua nama temen yang gue sempet wawancarai, lalu gue tulis dengan gaya bahasa gue sendiri. Nggak sembarangan copas artikel orang tanpa izin. Sementara, di sisi lain, gue seneng juga kalau sampe viral. Berarti banyak yang suka dan pahala gue juga besar di surga, soalnya udah bikin banyak anak orang ketawa. Atau bahkan telah mengubah hidup mereka ke arah yang belum tentu lebih baik.

Sejak kejadian copas-mengcopas tanpa izin itu, gue udah mulai males nulis lagi di notes Facebook. Tulisan gue ebih banyak disimpan untuk kepentingan pribadi aja. Males di-copas tanpa izini lagi. Udah gitu, pemerintah juga nggak belain gue sama sekali. Boro-boro dikasih piagam atau duit. Tapi, semangat gue nunjukin tulisan di internet udah bangkit kembali lewat blog ini. Kalau bisa viral lagi, malah bagus!

Karena, menurut gue, seorang penulis itu bisa sukses kalau tulisannya itu dikenal oleh banyak orang, meskipun dirinya nggak seterkenal tulisannya. Apalagi bisa mengubah hidup banyak orang. Gue pun nggak menyangka tulisan gue tentang Cinko tersebut bisa mengubah hidup Kak RG. Emang kayak gimana sih ceritanya?

Sebelum tulisan 7 Ciri-Ciri Cina Kota (Cinko) rampung, gue sama Kak RG berdiskusi tentang isi artikelnya. Kak RG kasih gue liat sebuah artikel tentang Cinko yang viral di tahun 2009 sampe 2010.

“Nih Ung, artikel tentang Cinko yang dulu viral,” kata Kak RG sambil nunjuk ke layar PC-nya yang gede kayak proyektor.

Pas gue baca artikelnya, gue merasa nggak asing. Gaya bahasanya mirip bahasa seseorang. Seseorang yang gue kenal banget!

“Eh bentar, kayak pernah baca!” sela gue. Lalu gue pun buka notes Cinko di Facebook yang udah lama banget nggak pernah dibuka. Debunya udah banyak banget, kayak tangan yang udah nggak pernah digandeng selama bertahun-tahun.

“Kak, tulisannya sama! Tulisannya akihhh yang buat tau!”

“Oh, jadi qm yang buat?”

“Iya. Emang udah lama di-copas sama banyak orang. Bahkan jadi joke di broadcast message BBM. Emang bangke, Kak! Copas nggak tulis nama akihh!”

“Kurang ajar, ya, Kak! Btw, aku dulu sempet baca juga. Nggak nyangka, sekarang aku malah pacaran sama penulis aslinya. Hahaha.. Btw, tulisan qm tentang Cinko itu udah mengubah hidup akih.”

“Hah, mengubah gimana, Kak?”

“Dulu akih itu Cinko. Sejak baca tulisan qm, akih jadi meninggalkan barang-barang Cinko akih, karena jadi Cinko itu ternyata nista banget. Hahaha..”

“Ah, yang bener aje lo, Kak! Pantesan aja lo udah nggak Cinko! Emangnya, fashion item Kakak, apa aja yang Cinko?”

“Banyak, Kak. Kemeja No Fear warna hitam yang ada motifnya, celana cut bray yang bisa buat nyapu lantai, hoodie tangan buntung, kaos gambar naga dan lain-lain. Dulu, rambut akih itu juga lebih panjang dari yang sekarang. Poninya sehidung dan disisir ke samping,” kata Kak RG serius.

Pas gue denger pengakuan Kak RG barusan, gue nggak menyangka kalau virus fashion style ala Cinko menyebar sampe ke Jogja (kota di mana Kak RG kuliah). Gue jadi nggak menyesal pernah bikin artikel soal Cinko. Coba bayangkan kalau gue nggak bikin artikel itu. Sekarang, orang yang gue pacari adalah Cinko akut yang ke mana-mana pake celana cut bray. Keuntungannya cuma satu, yaitu lantai rumah gue makin bersih saat dia main ke rumah gue!

mariskatracy-rockWeekend kemarin, gue jadi penasaran dengan gaya masa lalu Kak RG yang fenomenal itu. Gue pun agak memaksa dia buat jadi Cinko sehari aja di Mal Kelapa Gading. Hahaha.. Tadinya dia nggak mau, tapi setelah dipaksa berkali-kali, akhirnya mau juga! Soalnya, gue udah nyogok dia pake duit Rp 200 juta.

Seperti inilah gayanya!

 

RG cinko2

Dengan fashion style ala Cinko kayak begitu, tentu aja muka Kak RG jadi makin terlihat Cina! Coba bayangin kalau rambutnya kayak zaman kuliah dulu. Habislah masa depan dia!

Btw, mukanya kayak orang yang terpaksa buat bergaya, ya? Emang bener sih terpaksa, tapi mukanya kayak begitu, lebih karena dia baru sembuh dari sakit panas, tapi masih menderita flu dan panas dalem. Sariawannya hampir semulut gitu. Jadi susah senyum gitu. Kalau senyum atau ketawa jatohnya kayak orang stroke yang mencoba nyengir. Mimik mukanya lebih mirip kayak orang yang ajak berantem.

Gue pun hampir berantem sama dia, karena mimik mukanya yang mendadak menyebalkan.

“Muka lo bisa biasa aja nggak? Gue kan tanya baik-baik!” bentak gue kesel.

“Aku susah ngomong, Ung. Bukan ngeledek,” katanya sambil meringis kesakitan.

Abis itu nggak jadi berantem deh. Liatnya aja udah kasian. Bawaannya pengin kasih duit Rp 200 juta!

mariskatracy-rockPengin tau Kak RG beli baju dan celana but bray-nya di mana?

Kemeja hitam yang ada sedikit motif di bagian bahu dan lengan ini merk-nya No Fear, belinya di Planet Surf, Jogja. Bisa dibilang, Planet Surf menjadi salah satu store penyebar fashion style ala Cinko. Jika menggunakan kemeja ini, tingkat muka Cinko kalian bakal meningkat sebanyak 80%! Jika ingin total menjadi 100% Cinko, buka kancing sampe 3 tingkat aja! Kalian juga bisa pake kalung emas kuning gede-gede di leher. Bukan hanya meningkatkan level Cinko kalian, tapi juga bisa meningkatkan level kekayaan di mata orang-orang.

RG cinko5

RG cinko 6

Kalau celananya, Kak RG belinya di Gardena, Jogja. Merk-nya nggak jelas gitu. Kurang terkenal lebih tepatnya. Dia beli celana nista macam ini, karena longgar dan enak dipake. Pake celana ini juga bisa meningkatkan level Cinko kalian sebanyak 80%. Jika ingin menjadi 100% Cinko, kalian bisa menambahkan gantungan kunci berupa rantai emas atau metal di celana. Dompet yang ada rantainya ala Cinko kayaknya juga masih dijual bebas di pasaran. Dompetnya bisa dimasukin ke kantong celana dan rantainya dikeluarin. Beh, mantap!

mariskatracy-rockBaru beberapa jam mengelilingi Mal Kelapa Gading dengan memakai baju dan celana ala Cinko, rupanya bisa membuat kalian jadi pusat perhatian. Bukan karena kalian tampan atau cantik, tapi karena fashion style ala Cinko emang udah nggak layak dipake di tahun 2015! Sekalipun dipakenya di mal yang mayoritas pengunjungnya adalah orang Cina.

Tapi, bergaya ala Cinko di mal juga bisa membawa keuntungan. Kalian nggak perlu repot-repot menolak sambil tersenyum kepada SPG atau SPB yang menawarkan kartu kredit atau apartemen super mahal. Karena, mereka nggak bakal nawarin orang-orang yang bergaya ala Cinko. Udah under-estimate duluan gitu. Mungkin, mereka mengira kalau orang-orang yang bergaya ala Cinko paling cuma mahasiswa yang masih nebeng sama ortu dan bokek. Tadi aja Kak RG udah bolak-balik di depan SPG dan SPB, tapi nggak ditawarin apa-apa.

mariskatracy-rockSetelah nggak bergaya ala Cinko, Kak RG pun mengubah gaya berpakaiannya pelan-pelan ke arah yang lebih baik, yaitu gaya anak pantai. Belanjanya masih di Planet Surf, tapi ornamen Cinko di sana sudah dihindari oleh Kak RG. Anak pantai itu jarang banget pake baju warna ijo, soalnya kalau mampir ke pantai Selatan takut diculik sama Nyi Roro Kidul yang suka banget sama warna ijo.

Kalau ketemu sama anak pantai macam Kak RG, sirem aja baju atau celananya pake air. Hal itu nggak jadi masalah buat dia, karena kebanyakan baju dan celananya itu anti air. Emang didesain khusus buat main-main di pantai, tanpa merusak gaya. Mungkin pas main di pantai nggak lupa pake shower cap supaya rambut nggak kena air.

Kesimpulan tulisan ini adalah menjadi Cinko bukanlah dosa besar, karena tidak merugikan orang lain sama sekali. Paling cuma merusak pandangan mata mereka. Selain itu, jadi Cinko juga punya keuntungan sendiri, yaitu bebas dari tawaran SPG atau SPB.

Foto: Mariska

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like¬†facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy