Kak Uung Lebih Laki, Sedangkan Kak RG Lebih Wanita

Beberapa waktu lalu, sempat ada yang pengin gue nge-blog tentang kisah gue sama Kak RG waktu berantem.

kakRG1

Ternyata, bukan cuma 1 orang yang pengin tau cerita itu, tapi masih ada beberapa temen yang juga kepo. Mungkin ini adalah balasan untuk gue yang juga suka kepoin orang. Nampaknya karma benar-benar eksis. Mamam tuh karma, Ung!

KakRG2KakRG3

mariskatracy-rock

Daripada bahas soal kisah berantem, lebih baik membahas hal lain yang lebih mendidik. Karena, gue dan Kak RG nggak ingin kalau gaya berantem kami ditiru oleh banyak orang, terutama anak muda zaman sekarang. Kalau mau berantem sama pacar mendingan cari gaya sendiri aja.

Kali ini, yang pengin gue bahas adalah tentang perbedaan Kak Uung dan Kak RG. Banyak yang bilang kalau cewek itu berasal dari planet Venus, sementara cowok itu dari Mars. Itulah yang membuat keduanya berbeda dan bisa saling melengkapi.

Tapi, kalau kasus gue dan Kak RG itu lain. Gue yang dari Mars, sedangkan Kak RG dari Venus. Dengan kata lain, gue lebih laki, sedangkan Kak RG lebih wanita. Lho, kok bisa? Apa karena jiwa kami tertukar kayak di film-film? Mungkin aja, sih.

mariskatracy-rock

Berikut perbedaannya Kak Uung dan Kak RG:

 

1. Dari Segi Suara

Mungkin ini karena pengaruh dari mana kami berasal. Kak RG adalah Cina Jawa. Lahirnya aja di Kebumen dan kuliahnya di Jogja. Sedangkan gue, lahir dan besar di Jakarta. Seluruh nafas gue hampir dihabiskan di Jakarta doang.

Tentunya, itu berpengaruh terhadap gaya bicara. Meskipun Kak RG ngomongnya nggak medok kayak orang Jawa pada umumnya, tapi gaya bicaranya halus banget kayak cewek. Setiap kali gue kenalin dia ke temen gue, temen gue itu pasti komen tentang suaranya.

Suaranya kecil banget, ya.

Coba ulangin tadi ngomong apa?

Suara lo alus banget kayak Princess Elsa di Frozen.

Dan masih banyak komentar lainnya mengenai suara. Kalau udah kayak begitu, biasanya gue yang mempertegas ucapannya dengan suara lantang gue. Kalau bisa sambil gebrak meja! BRAKKKK!

Yup, ini semua emang karena suara Kak Uung yang lantang seperti laki. Kalau misalnya abis makan, yang minta bon adalah gue.

MAS! MINTA BON DONG! Teriak sambil gebrak meja bak pegawai di Soto Gebrak.

Karena, kalau Kak RG yang manggil, suaranya nggak bakal kedengeran. Keburu laper lagi, Kak! Untung aja, dia cuma minta gue panggil pegawai buat anter bon, tapi nggak minta gue yang bayarin semuanya. Kalau iya, habislah riwayat hidup dia!

 

2. Pengetahuan Soal Rambut dan Fashion

Kalau potong rambut, biasanya gue main asal potong aja. Nggak peduli gaya rambutnya cocok sama muka gue atau nggak. Kayak dulu, waktu gue pengin potong rambut jamur ala Lin Yu Chun. Gue delusional aja pengin potong rambut kayak begitu, karena muka Lin Yu Chun terlihat imut dengan rambut jamurnya. Padahal, pas dipotong, hasilnya malah aneh. Untung aja, gue bisa menghadapi rasa malu dengan lapang dada.

Kalau Kak RG nggak begitu. Dia sangat memperhatikan potongan rambut dengan bentuk muka, karena dia adalah kakak bantjik salon. Potongan rambutnya aja nggak etis, karena nggak cepak kayak laki pada umumnya. Kata dia, cowok gantengin diri dengan cara cepakin rambut sih terlalu gampang, nggak ada seninya. Sama kaya cantikin cewek dengan cara panjangin rambut.

Bahkan, dia juga bisa potong rambutnya sendiri. Makanya kalau pengin potong rambut, gue nggak sungkan buat konsultasi dulu sama dia.

Ung, kalau mau bikin muka tirus, rambut harus di-layer.

Kalau mau bikin poni yang bikin muka tirus, bikinlah poni yang rata.

Kamu nggak cocok rambut blonde. Kalau mau sekali-kali blonde, pake wig aja.

Dan masih banyak nasihat lainnya soal rambut. Kak RG is the best hair stylist. Kalau Kak Uung adalah spesialis perusak rambut.

Begitu pula soal fashion. Gue adalah perusak fashion. Gue bisa aja pake 5 motif di badan tanpa rasa bersalah. Meskipun di hari itu, seluruh pengunjung Trans Jakarta ngeliatin gue terus dari atas sampe bawah.

Kalau Kak RG nggak begitu. Tiap beli fashion item, dia pasti mengingat-ingat, nih fashion item bisa dicocokin sama fashion item yang mana? Bahkan, bisa juga dicocok-cocokin sama warna rambut dan casing hape!

 

3. Soal Adu Stamina

Waktu SMA, gue masuk dalam urutan 3 besar kejuaraan pancho cewek di kelas gue sendiri. Meskipun udah lama banget nggak pancho, karena dilarang sama temen-temen, tapi gue masih punya kemampuan pancho yang cukup signifikan.

Sebenernya waktu pancho sama Kak RG, dia yang menang sih, karena dia kan laki! Tapi, kalau misalnya panchonya dilama-lamain, gue yang menang. Itu karena stamina gue lebih kuat ketimbang Kak RG.

 

4. Soal Besarnya Otot

Tangan Kak RG jelas lebih besar ukurannya ketimbang tangan gue. Tapi, dia ototnya nggak banyak. Bicepnya aja nggak nampak. Beda banget sama Kak Uung yang massa ototnya gede banget (hampir 40 kg). Bicep gue juga terlihat lebih besar daripada bicep dia.

Mungkin ini karena pengaruh berat barbel yang kami punya. Gue punya barbel banyak banget di rumah. Yang paling berat itu 5 kg. Sedangkan barbel Kak RG di rumah cuma 2 dan beratnya cuma 2 kg. Kisah barbel itu pernah gue ceritain di sini.

 

5. Soal Hal-Hal Berbau Ibu-Ibu

Apa itu masak, ngepel, cuci piring, bersihin kamar dan lain-lain? Ih, itu kan tugas emak-emak di rumah. Gue kan belum jadi emak-emak, buat apa mempelajari itu semua? Lagian, kalau semua orang di dunia ini kerjaannya cuma masak, terus yang makan siapa? Bosan juga keles makanin masakan sendiri terus!

Beda dengan Kak RG yang udah cukup hatam di bidang itu. Dia suka curhat ke gue kalau hidupnya sekarang udah berubah. Apalagi sejak bokapnya urbanisasi dari Kebumen ke Jakarta. Kak RG mau nggak mau harus bisa masak, nyiapin makanan buat bokapnya, beres-beres rumah dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Bahkan, dia juga ada rencana buat belajar bikin kue. Ya bagus dah, Kak Uung tinggal makan aja!

 

6. Soal Nangis-Nangisan

Gue bukan tipe cewek yang dikit-dikit nangis. Karena, kebanyakan nangis nggak bakal menyelesaikan masalah. Yang ada malah bikin masalah tambah banyak, yaitu muka lo jadi makin jelek dan keriputan! Lagian, kalau nangis mulu itu namanya CENGENG! Palingan gue nangis setahun sekali. Itu pun buat hal yang paling penting!

Sedangkan Kak RG itu suka banget nangis. Liat kucing tertindas dia nangis, padahal kucing itu bukan sodaranya. Nonton film sedih juga nangis. Padahal, itu kan cuma film. Nggak usah dianggep serius keles. Kalau udah kayak begitu, gue cuma bisa bilang ke dia.

CENGENG lo!

 

7. Soal Adu Makan Cepet

Waktu belum jadian dan masih ngedate kayak abege, gue cerita ke Kak RG kalau gue udah beberapa kali memenangkan kejuaraan makan. Dia pun tercengang, sekaligus merasa tertantang. Di date berikutnya, dia malah tantangin gue lomba makan nasi goreng.

BAH! Berani banget dia! Kalau gue kasih liat CV lomba makan gue dan di grup mana gue tergabung, dia pasti minder! Dan tentu aja dia nggak bisa mengalahkan gue. Gue bisa abisin sepiring nasi goreng dengan waktu 1 menit aja. Itu pun udah agak santai makannya. Sementara, di piring dia masih ada seperempat nasi goreng. Makanya jangan sembarangan nantang Kak Uung, dasar kau RG!

mariskatracy-rock

Kayak gitu deh, perbedaan antara Kak Uung dan Kak RG yang begitu mencolok. Jika kalian sudah kenal kami dan tau perbedaan lainnya, bisa ditambahkan di kolom comment, lho. Hehehe…

Foto: Dok. Mariska