FacebookTwitter

7 Ciri-Ciri Cina Kota (Cinko)

By on Jan 26, 2015 in Diary

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Selama ini, yang kita tahu tentang Cina Kota (Cinko) adalah warga keturunan Cina di Jakarta yang berdomisili di Jakarta Barat, Utara dan sekitarnya. Dengan ciri-ciri fisik bermata sipit, berkulit putih atau kuning, rambut dicat merah atau kuning, gondrong kayak pemeran Meteor Garden, suka pamer motor, gemar pake kalung salib besar, tindikannya banyak, hobi pamer dada dan masih banyak ciri lainnya yang mencolok.

Tapi, pengertian Cinko bukan cuma berbicara tentang ciri-ciri di atas. Karena, Cinko itu nggak melulu dilihat dari penampilan fisik. Perilaku juga harus diperhatikan.

mariskatracy-rock

Meme dari kak RG

Kak Uung pun mempelajari hal ini selama seminggu dan akhirnya menemukan 7 ciri-ciri Cinko, yaitu:

 

1. Suka Pakai Marga Cina di Belakang Nama

Maksudnya marga Cina yang ditambahkan di nama akun media sosial dan sejenisnya. Padahal, nama depannya Indonesia banget. Misalnya Mariska Wu, Mariska Wang, Mariska Chang, Mariska Liem dan sebagainya. Biar orang-orang tau kalau mereka itu emang punya darah Cina. Bukan Cina abal-abal. Tapi, terkadang ada beberapa oknum yang suka menambahkan marga Cina di belakang nama mereka, padahal nggak punya darah Cina sama sekali. Biasanya sih seleb supaya namanya catchy dan mudah diingat, macam Vicky Shu atau Mulan Kwok (nama lama Mulan Jameelah ketika masih bergabung di grup Ratu). Tapi, nggak semua Cina punya gaya hidup seperti itu. Bisa aja nama asli yang tercantum di KTP memang ada marga Cinanya. Kalau kayak begitu, oknum tersebut nggak bisa disebut Cinko.

 

2. Gesture Berubah Ketika Omongin Bisnis

Suka liat engkoh-engkoh nongkrong di rumah makan sekitar Mangga Besar? Awalnya, mereka duduk tenang sambil makan, ngobrol dan ketawa-ketawa. Tapi, tiba-tiba aja gesture tubuhnya berubah. Entah itu tolak pinggang, tegakin badan atau angkat kaki dengan gaya agak songong. Mereka bukan lagi kesurupan atau ingin mengubah kepribadian. Perubahan mendadak itu terjadi karena mereka lagi asyik ngobrolin bisnis atau seputar uang. Mungkin itulah alasan uang bisa membutakan mata manusia. Baru diobrolin aja udah bisa bikin gaya orang jadi agak songong.

 

3. Hobi Ambil Les

Gue pernah cerita di sini kalau anaknya Koh Ahok, gubernur kita suka banget ikut les. Entah itu les bahasa, musik, bela diri dan lain-lain. Emang rata-rata Cinko itu begitu sih. Apalagi yang hidup di zaman sekarang. Mereka suka banget memberikan fasilitas untuk anak-anaknya di luar pelajaran sekolah berupa banyak les. Tujuannya untuk menambah skill supaya masa depan cerah. Basa-basinya sih supaya anak-anaknya itu juga bisa mengatur waktu dengan baik antara pelajaran sekolah dengan kegiatan di luar sekolah. Padahal, begitu dijalanin, bukannya makin disiplin, otak malah makin mumet dan bawaannya pengin liburan, karena stres.

Tadinya, gue pikir cuma anak sekolah yang gemar les. Ternyata nggak juga. Banyak juga orang dewasa Cinko yang masih gemar les. Contohnya Kak Mastini yang masih setia les piano di rumah seminggu sekali sehabis jaga toko. Kak Edward juga masih suka les biola sehabis pulang kerja. Entah kenapa mereka hobi banget les-les kayak begitu. Padahal, kayaknya mereka nggak punya ambisi untuk serius di bidang musik.

 

4. Pelanggan Setia Foto Studio

Gue termasuk salah satu Cina yang hobi foto studio sejak kelas 1 SMA. Kalau bisa, setiap tahun gue foto studio supaya bisa tau gimana perubahan muka gue selama ini. Biar nantinya juga bisa dikasih liat ke anak dan cucu gue. Gue pengin kasih liat ke mereka kalau ibu dan nenek mereka itu beken, modis, keren, eksis dan gahul ketika muda. Temen-temen gue di kantor (yang kebanyakan pribumi) pernah menilai bahwa kebiasaan gue itu adalah kebiasaan cewek-cewek Cina pada umumnya.

Gue rasa, pendapat itu ada benarnya. Cobalah kalian telepon ke Muse Photography Kelapa Gading. Entah itu buat tanya harga atau apa pun yang berhubungan dengan foto studio. Pasti mereka akan menyapa kalian dengan panggilan ‘Cici’ atau ‘Koko’. Ini membuktikan bahwa populasi yang memesan paket studio di sana sebagian besar adalah Cinko. Padahal, ngeliat muka aja nggak. Kenal juga belum. Dan wajah model-model yang dipajang di sana adalah cewek dan cowok Cina.

 

5. Cowok = Kaos Ketat + Kacamata + Rambut Cepak, Cewek = Rambut Wajib Dicat + Contact Lenses

Ini sih yang gue dan Kak RG perhatikan kalau lagi jalan di mal. Cowok Cinko itu rambutnya nggak selalu dicat warna-warni dan gondrong. Banyak juga yang rambutnya hitam dan dicepak. Kata orang sih, cowok yang rambutnya dicepak itu kegantengannya meningkat 50%. Untuk memperlihatkan bentuk badan, biasanya mereka juga suka pakai kaos ketat. Apalagi kalau udah jadi member di tempat gym dan punya dada serta bicep yang indah. Sementara, untuk meningkatkan kepintaran pada wajah, mereka suka menggunakan kacamata. Ya, mungkin emang udah minus dari sananya juga sih.

Sedangkan cewek-ceweknya itu suka banget cat rambut warna-warni, nggak peduli dengan model rambutnya, apakah itu bob, lurus atau keriting. Kayaknya nggak lengkap kalau warna rambut cuma hitam. Untuk membuat mata sipit jadi lebih imut, mereka pun menggunakan contact lenses yang diameternya melebihi bola mata. Biar terlihat seolah-olah punya mata belo, agak-agak ulzzang gimana gitu. Kayaknya sih hal ini banyak terpengaruh dari serial drama Korea atau musik K-Pop yang lagi booming banget!

 

6. Kecantikan Buat Cewek adalah Karier

Ketika cowok lahir dalam keadaan kurang ganteng, biasanya orangtua bakal lebih ikhlas. Orangtua Cinko biasanya bakal membuat alasan yang bisa menyenangkan hati sendiri.

Nggak apa-apalah anak cowok nggak ganteng. Yang penting pas gede bisa sekolah yang pinter dan cari duit yang banyak. Cewek-cewek juga nanti bisa suka.

Kayaknya, nggak pernah tuh terbesit di benak para orangtua untuk mengumpulkan uang agar nantinya bisa digunakan untuk anak cowoknya operasi plastik ketika sudah dewasa. Karena, orang pasti mikir, buat apa cowok dibikin ganteng, tapi nggak bisa apa-apa, nggak punya kemampuan buat cari duit dan lain-lain. Makan tuh ganteng!

Sementara, kalau cewek lahirnya nggak cantik, biasanya orangtua jadi sedih. Mereka menganggap anak cewek tersebut nggak punya masa depan.

Kalau punya anak cewek jelek, siapa yang mau kawinin dia nanti? Nanti dia juga bakal susah dapet kerja, karena mukanya kurang memadai.

Karena, bagi para orangtua Cinko, kecantikan anak cewek itu adalah aset untuk mendapatkan segalanya. Kalau cantik kan jadi gampang dapet kerjaan, gampang dapet pacar, bahkan bisa ikutan beauty pageant macam Gadis Sampul, Puteri Indonesia, Miss Indonesia dan sebagainya. Makanya gue nggak heran kalau banyak orangtua yang nggak pengin anak ceweknya lecet sedikit pun. Sebagai cewek, kita juga diajarkan untuk rajin merawat diri ketika kecil, supaya tetep mulus sampe gede. Kalau misalnya udah nggak ketolong lagi, banyak juga orangtua Cinko yang mendorong anak ceweknya untuk operasi plastik demi mendapatkan suami kaya raya. Kayaknya, tradisi macam ini bukan hanya terjadi di kalangan Cinko. Mungkin udah menyebar di kalangan lain.

 

7. Lebih Mengutamakan Babi

Babi emang enak. Sayangnya nggak semua kalangan bisa makan babi. Bersyukurlah para Cinko non Muslim yang bisa makan babi sepuasnya. Karena punya hak makan babi sepuasnya, nggak heran kalau Cinko itu lebih mengutamakan babi ketimbang daging lainnya. Coba aja kalau makan di resto tidak halal. Ketika si pelayan resto datang menawari pilihan mau pake babi atau ayam, pasti mereka pilihnya babi! Padahal, daging ayam kan nggak kalah enaknya dibandingkan dengan daging babi.

Buat apa pilih ayam, kalau ada yang lebih enak?

Sayanglah kalau ke sini nggak makan babi.

Ketika masih kuliah, gue punya temen pribumi yang pengin banget jadi orang Cina. Soal tipe cewek, doi juga suka banget sama cewek Cina. Gue pernah makan sama doi dan temen kampus lainnya yang emang berdarah Cina. Gue dan temen-temen Cina lainnya pilih menu bakmi babi, sementara doi pas ditanya sama pelayan, mau pilih apa, doi bengong sejenak. Lalu reflek nyebut kata babi. Gue dan yang lainnya speechless. Karena, yang kami tau, doi itu Muslim. Saking penginnya jadi orang Cina, doi rela mengotori tubuhnya dengan haramnya babi.
mariskatracy-rock
Kayak begitu deh ciri-ciri Cinko menurut Kak Uung. Bagaimana menurut kalian?

Foto: RG, Dok. Mariska

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy