FacebookTwitter

Review Gizi Super Cream: Secret of Seaweed

By on Nov 6, 2014 in Beauty, Diary, Review Produk

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Ternyata, ada krim muka yang umurnya lebih tua daripada umur majalah GADIS, yaitu Gizi Super Cream (GSC): Secret of Seaweed. Soalnya, krim ini udah lahir sejak tahun 1972, sementara majalah GADIS baru lahir setahun setelahnya (1973). Berarti kemungkinan besar, nenek dan nyokap kalian pernah pake krim ini.

Waktu masih SMP, gue sering lihat GSC bertebaran di mini market. Kemungkinan besar, dulu gue juga pernah pake krim ini. Kalau nggak salah lho, ya. Soalnya, setau gue sih ketika masih kecil sampe SMA, gue nggak pernah pake krim apa-apa. Dibeliin body lotion aja nggak pernah dipake. Padahal, gue suka banget panas-panasan sambil main sepeda atau layangan. Gue nggak nyangka kalau masa kecil gue dihabiskan untuk menjadi alay (anak layangan). Gue baru sadar kalau gue adalah cewek pas awal-awal kuliah.

Di zaman kuliah itulah gue mulai mengeksplor krim perawatan. Tapi, gue nggak pernah melirik GSC. Karena, dulu kalau nggak salah harganya cuma goceng sampe Rp 7 ribuan. Dalam pikiran gue, ada harga baru ada kualitas. Kalau barang murahnya kebangetan, berarti kualitasnya udah pasti nggak ada. Apalagi, packaging-nya juga biasa banget, malahan terkesan jadul.

Waktu pun terus berlalu dan gue masih nggak percaya sama krim ini. Dari tahun ke tahun, harganya masih murah. Paling cuma nambah beberapa ribu. Nggak sebanding dengan peningkatan populasi jomblo di dunia ini.

Tapi, yang bikin gue salut adalah krim ini masih terus ada dan bertahan. Dari zaman gue belum lahir, terus gedenya menjomblo sesuai umur, sampe akhirnya bisa dapet pacar. Apa mungkin karena murah, ya, jadi kalau orang nggak punya duit, tinggal beli aja krim ini. Bodoh amat hasilnya bagus atau nggak. Yang penting bisa pake sesuatu di muka.

mariskatracy-rock

Seiring meningkatnya penggunaan internet dan media sosial, gue melihat GSC makin tersohor. Banyak blogger yang menceritakan soal krim ini. Mulai bercerita soal nenek-nenek yang masih cantik, padahal perawatannya cuma pake krim murah ini. Sampai menceritakan pengalaman mereka sendiri ketika pake krim ini dan hasilnya kebanyakan sangat memuaskan. Jerawatnya hilang, bekas jerawat pudar dan kulitnya makin cerah.

Gue pun mulai menaruh respek sama krim fenomenal ini dan mulai tertarik buat nyoba. Tapi, yang bikin KZL adalah krim ini jadi susah dicari kayak cari jodoh. Padahal dulunya bertebaran di mana-mana, kayak populasi jomblo. Gue cari di Indomaret deket rumah nggak ada. Di Indomaret deket kantor juga nggak ada. Bahkan, di apotek sampe supermarket gede juga nggak ada. Kalau di forum-forum kecantikan macam femaledaily.com, member-nya banyak yang bilang kalau GSC ini ada di Superindo. Setau gue sih, deket rumah gue mana ada Superindo? Kalau mau pergi ke sana pun, kayaknya nggak bakal ada waktu. Soalnya, kesibukan gue udah setingkat kayak menteri-menteri di kabinet bapak Joko Widodo.

Akhirnya, gue pake cara lama, yaitu googling buat cari tau apakah ada online shop yang jualan GSC? Ternyata, ada lumayan banyak, Kak! Salah satunya di mimjim.com. Agan yang jual orangnya sangat ramah dan pelayanannya memuaskan. Barang pun dikirim tepat waktu. Kudu banget dikasih cendol! Kalau bisa ditambah wedang jahe dan ronde.

mariskatracy-rock

Udah lama nggak liat penampakannya, rupanya GSC ini sudah melakukan inovasi, yaitu dengan menambah bahan kecantikan herbal di dalamnya. Kalau zaman dulu cuma pake 4 bahan, sekarang ada 7.

1. Seaweed

2. Soya Bean

3. Bligo

4. Papaya

5. Aloe Vera

6. Lime

7. Rice

Bahan-bahan tersebut dipercaya mengandung banyak vitamin dan anti-oxidant yang sangat bermanfaat untuk menutrisi sekaligus mencerahkan kulit. Selain itu, GSC juga mengandung UV Protection. Jadi, nggak perlu pake sun screen lagi.

Bukan hanya bahan herbalnya yang bertambah, tapi kemasannya juga berubah. Ada yang dibentuk dalam kemasan jar dan tube. Gue beli dua kemasan ini dari si Agan, karena gue pengin membandingkan lebih enak pake yang kemasannya kayak gimana.

Kalau yang jar kayak begini bentuknya:

Processed with VSCOcam with f2 preset

Packaging-nya masih sederhana banget, tapi nggak sejadul packaging yang dulu. Gue nggak heran sih, kenapa krim ini murah meriah, cuma Rp 15 ribu, tapi kualitasnya bagus. Ini karena si empunya produk lebih mementingkan kualitas produk ketimbang bagusin packaging atau bikin packaging-nya jadi lucu. Dan gue pun kembali teringat dengan istilah jangan menghakimi buku dari sampulnya.

Jar ini berisi 9 gram GSC. Nggak terlalu banyak sih isinya, jadi nggak heran juga kalau harganya murah. Sekali dipake ke satu badan, bisa langsung abis! Pas gue buka, tekstur krimnya itu lumayan cair. Biasanya kan krim itu agak padet gimana gitu, apalagi kalau disimpan di dalam jar. Dengan tekstur yang agak cair begini, pas buka tutup jar harus hati-hati. Kalau nggak, bisa berantakan!

Processed with VSCOcam with f2 presetProcessed with VSCOcam with f2 preset

Ada yang bilang kalau warna krim GSC ini suka berubah-ubah, karena bahan dasarnya adalah herbal. Kadang suka putih atau agak kekuningan. Tapi, pas gue buka, krimnya sih berwarna putih. Pakenya pun nggak usah banyak-banyak. Pas gue oles, krimnya bisa meresap dengan cepat ke dalam kulit, jadi nggak menimbulkan efek belang di kulit kayak abis pake bedak tebel-tebel.

mariskatracy-rock

Sedangkan, yang versi tube bentuknya kayak begini:

Processed with VSCOcam with f2 preset

Ini bentuknya lebih modern lagi. Harganya pun juga jauh lebih mahal, yaitu Rp 35 ribu. Soalnya, isinya lebih banyak. 18 gram. Setelah gue cek, kandungan dan fungsinya sama aja kayak yang bentuknya jar. Cuma GSC yang packaging-nya tube ini dibuat melalui nano technology yang membuat krim ini lebih mudah diserap oleh kulit. Canggih juga, ya!

Processed with VSCOcam with f2 presetProcessed with VSCOcam with f2 preset

Warna, tekstur dan baunya sama persis kayak GSC dalam bentuk jar. Krimnya juga mudah diserap oleh kulit. Kalau buat kalian yang hygiene freak, kayaknya GSC dalam bentuk tube ini lebih cocok untuk kalian, ketimbang yang jar. Tapi, kelemahan penggunaan dalam bentuk tube adalah kalau pencetnya pake tenaga berlebih, krim yang keluar jadi banyak banget! Tentu saja hal ini bisa menyebabkan pemborosan. Jadi, pencetnya jangan pake tenaga berlebih kayak body guard, ya! Kadang, gue juga suka khilaf, sih.

mariskatracy-rock

Gue udah pake krim ini sejak tanggal 10 Oktober 2014. Setelah gue pake kurang lebih 3 mingguan, 2 kali sehari (pagi dan malam), gue puas sama hasilnya. Meskipun hasilnya nggak instan-instan banget. Gue pakenya juga di-combine sama lotion Hada Labo dan facial mask dari My Scheming.

Tadinya, gue pikir GSC ini cuma bagus dipake sama orang yang kulitnya kering. Ya, namanya juga krim bernutrisi. Pasti fungsi lainnya adalah melembapkan kulit, sehingga bikin kulit yang berminyak jadi makin berminyak. Tapi, ternyata nggak begitu tuh. Justru dengan pake ini, kulit jadi nggak berminyak. Setelah gue riset lagi, rupanya banyak pemilik kulit kering yang mengeluhkan kulitnya jadi makin kering sejak pake GSC ini. Wah, berarti cocok banget buat kulit berminyak dan berjerawat dong!

Lama-lama, kulit jadi makin cerah, karena bekas jerawat membandel pun pudar. Jerawat-jerawat kecil pun jadi cepet banget keringnya. Bikin proses penyembuhan jerawat jadi makin cepat. Selain itu, kulit pun jadi kenyal dan lembut.

Gue sempet foto tanggal 20 Oktober 2014, di mana ketika itu muka gue masih ada noda bekas jerawat.

garnier4

Sementara, foto after-nya, gue ambil tanggal 3 November 2014. Gue nggak nyangka dengan kehebatan krim GSC ini, karena bisa bikin noda-noda di wajah pudar. Mungkin belum sampe bener-bener mulus, karena masih butuh proses, tapi setidaknya krim ini sudah memberikan hasil yang memuaskan. Fotonya bukan editan Camera360, lho. Hihihi…

GSC7

Terus, selain muka gue lebih bersih, kok gue merasa muka gue lebih tirus, ya? Padahal cuma selang belasan hari? Berarti diet gue berhasil! Hahaha… Padahal, yang pengin gue kecilin itu perut bukan pipi!

mariskatracy-rock

Dari hasil pemakaian GSC tersebut, gue pun menyimpulkan beberapa hal, seperti:

Kelebihan:

(+) Harganya murah.

(+) Bikin kulit nggak berminyak.

(+) Jerawat mudah kering.

(+) Noda-noda di muka pudar.

(+) Kulit jadi cerah, halus dan kenyal.

(+) Bisa dijadikan alas bedak.

(+) Bisa dipake di badan.

(+) Packaging-nya makin lama makin bagus.

Kekurangan:

(-) Agak susah dicari.

(-) Baunya nggak terlalu enak. Agak bau jamu gimana gitu. Tapi, lama-lama hilang kok baunya.

(-) Buat yang kulitnya kering banget kayaknya kurang cocok pake ini.

Next Purchase: Yes!

Foto: Mariska

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like¬†facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy