FacebookTwitter

Review Garnier BB Cream Miracle Skin Perfector

By on Oct 20, 2014 in Beauty, Diary, Review Produk

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

“BB cream is like money to me. I always need to carry it around,” kata Key , personel boyband Shinee yang suka banget pake BB cream. Bahkan, dia juga sempet mendoakan agar pencipta BB cream bisa masuk surga, karena jasanya begitu besar. Cowok aja bisa antusias banget sama BB cream, apalagi cewek! Kayaknya haram hukumnya kalau cewek nggak tau apa itu BB cream.

Sebelum ada BB cream, kita mengandalkan foundation buat makeup. Tapi, nggak mungkin kan kita pake foundation setiap hari. Karena, foundation itu covering-nya lebih berat. Nggak jarang, pas dipake tampilan muka lebih mirip kayak mau ngelenong atau syuting sinetron stripping yang episodenya panjang banget! Tebel banget, Kak! Kalau udah makin lama dipake, bisa menimbulkan efek cakey. Itu lho, kalau ketawa, muka kayak retak-retak. Udah gitu, foundation juga bisa nutupin pori-pori, bikin kulit nggak bisa nafas. Akhirnya, kulit malah jerawatan dan rusak.

Kalau gue pribadi sih, selain bisa jerawatan, foundation juga bisa bikin kulit gue gatel-gatel. Makanya gue nggak bisa pake foundation lama-lama. Paling cuma buat photo shoot pas gue jadi model selama beberapa jam, abis itu langsung gue hapus. Aih, sedap banget! Photo shoot, mamen!

Di era modern seperti sekarang ini, untungnya udah banyak BB cream beredar di mana-mana. Sekilas, bentuknya mirip kayak foundation, tapi covering-nya nggak setebel foundation. Jadi, pas dipake hasilnya terlihat natural. Cocok banget buat aplikasi “no makeup” makeup. Itu lho makeup natural yang bikin kita kelihatan kayak nggak pake makeup, padahal sebeneranya pake makeup. Buat tipu-tipu laki bolehlah.

Selain itu, BB cream itu nggak cuma buat covering kulit wajah, tapi manfaatnya juga banyak. Antara lain bisa melembapkan, mencerahkan wajah, memudarkan bekas jerawat dan noda pada wajah, melindungi kulit wajah dari sinar matahari dan meratakan warna kulit. Tapi, bukan berarti bisa dipake buat tidur, ya, karena BB cream itu bukan krim malam.

Kebetulan, kemarin itu BB cream gue habis, jadi gue terpaksa pake BB cream punya nyokap gue yang merk-nya Garnier BB Cream Miracle Skin Perfector. Sebenarnya, produk ini nggak baru-baru banget, sih, karena udah rilis setahun yang lalu. Itu lho yang bintang iklannya Pevita Pearce. Jadi, setelah pake BB cream ini, mungkin kalian berharap bisa secantik doi.

Tapi, baru kali ini gue cobain. Terpaksa. Soalnya, gue selalu pake BB cream yang lebih mahal. Abis ketik kalimat barusan, gue berasa kayak orang paling sombong setanah air. Kayaknya, abis ini gue bakal kena pintu hidayah dari yang Maha Kuasa. Besok-besok bakal muncul artikel di koran dengan judul ‘Gadis Sombong Mati Keracunan BB Cream’.

Gue pun pake BB cream itu, lalu bertemulah gue dengan Kak RG. Nggak ada angin, nggak ada hujan, Kak RG bilang kalau makeup gue jauh lebih cantik, dibandingkan yang sebelumnya. Berarti, kemarin-kemarin, gue nggak cantik dong? Kurang ajar banget dia!

Dia bingung apa yang bikin gue terlihat beda. Gue juga bingung, karena gue sendiri pun berasa nggak ada yang beda sama diri gue. Gue gambar alis sama kayak kemarin. Pake eyeliner juga nggak beda sama biasanya.

“Kamu pake BB cream, ya?” tanya Kak RG.

“Yaelah, dari kemarin, akihh juga pake BB cream, Kak!”

“Kok beda, ya? Aku juga bingung apa yang beda.”

Dan gue baru inget kalau pas siang-siangnya itu gue olesin BB cream yang berbeda merk dari yang selama ini gue pake.

“Kayaknya gara-gara pake BB cream mami akihhh deh, Kak!”

“Ohh… Mungkin aja. Bisa jadi.”

Kok kak RG bisa perhatiin gue pake BB cream baru ya? Ini nggak mungkin karena kekuatan cinta deh. Ini pasti kekuatan bantjik. Ketahuan identitas aslimu, kak RG.

Setelah gue ngaca, gue baru sadar kalau muka gue cakep juga. Kayak ulzzang. Glowing-nya juga pas. Nggak kayak kilang minyak, karena lebih banyak unsur matte-nya. Kalian pasti jijik mendengar kalimat barusan. Dan kayaknya emang bener sih, tampilan BB cream yang pake, lebih bagus daripada yang sebelumnya. Gue nggak nyangka bagus juga Garnier BB Cream! Padahal, harganya jauh lebih murah daripada BB cream yang pernah gue pake selama ini.

Karena BB cream gue emang udah abis dan saatnya beli BB cream baru, gue pun memutuskan untuk beli Garnier BB Cream, sekaligus mereviewnya untuk kalian. Untungnya, BB cream ini gampang banget dicari. Tinggal lari ke mini market deket rumah aja! Harganya pun super duper terjangkau, cuy. Cuma Rp 22.300. Cocok buat anak kampus kayak gue. Iye, anak kampus beberapa tahun silam. Kalau sekarang masih belum lulus, berarti udah di-DO.

Isinya emang nggak segede BB cream lain sih. Garnier BB Cream ini cuma 18 ml. BB cream yang lain, kebanyakan isinya bisa dua kali lipat. Tapi, tetep aja BB cream ini terhitung murah banget.

garnier1

BB cream ini nggak seencer BB cream merk lain yang pernah gue pake. Jadi, berasa lebih padat gitu. Tadinya, gue pikir pas dipake bakal jadi tebel banget di muka kayak efek foundation, tapi ternyata nggak tuh.

garnier2garnier3

BB cream yang satu ini nggak ada varian untuk bermacam-macam jenis kulit. Emang cuma satu jenis aja dan digunakan buat berbagai jenis warna kulit. Jadi, kita nggak perlu bingung harus pake jenis yang mana. Kalau di kulit gue yang kata orang-orang putih sih, bisa membaur dengan baik. Nggak jadi keputihan, atau jadi kecokelatan kayak orang abis tanning.

Soal aroma, gue suka banget karena aromanya lemon seger gitu. Emang ciri khas Garnier banget sih, yang mengandalkan esktrak lemon. Kandungan pure lemon essence di dalamnya berfungsi untuk mencerahkan kulit dan meregenerasi kulit supaya makin sehat.

Karena teksturnya lumayan kental, jadi pas dipake nggak usah banyak-banyak. Secukupnya aja gitu. Pas diolesin, hasilnya cukup memuaskan. Muka gue kalau diliat dari dekat kan nggak sempurna juga, ya. Masih ada sedikit noda membandel. Karena, gue hanya manusia biasa yang punya banyak kekurangan. Jadi, jangan pingsan kalau melihat muka gue tanpa makeup kayak begini. Pas gue olesin BB cream tersebut, nodanya cukup tersamarkan.

garnier4

Lumayan kan covering-nya, meskipun nggak sempurna banget. Karena, pake BB cream merk apa pun, covering-nya pasti nggak terlalu lebay banget. Jadi, kalau emang mau keliatan lebih flawless, harus pake concealer lagi. Bahkan, beauty guru di YouTube sekelas Michelle Phan pun kadang masih suka mengandalkan concealer setelah menggunakan BB cream.

Tampilan yang dihasilkan emang lebih matte. Bukan glossy. Cocok buat gue yang punya kulit berminyak. Sebenarnya, gue lebih suka dengan efek glossy, karena bisa bikin muka gue makin mirip sama orang Korea, tapi kayaknya BB cream yang efeknya kayak begitu nggak cocok dipake di Jakarta yang punya udara super panas! Apalagi yang punya kulit berminyak. Bisa-bisa muka kalian jadi kilang minyak. Coba kalau minyaknya bisa dijual. Lumayan, bisa bikin kalian jadi raja dan ratu minyak!

Dan nggak perlu lagi pake bedak, karena efeknya udah kayak pake bedak, tapi tetap terlihat natural lho dan nggak mengubah warna dasar kulit. Kalau kulit kalian berminyak banget dan pengin pake eyeliner dan lain-lainnya lagi, bolehlah pake bedak tabur sedikit.

Setelah gue mencoba produk ini, gue rasa produk ini recommended untuk kalian, karena kualitasnya nggak murahan. Plus dan minus produk ini, antara lain:

Plus:

(+) Harganya murah meriah.

(+) Wanginya enak.

(+) Teksturnya nggak terlalu encer.

(+) Covering-nya lumayan bagus.

(+) Nggak mengubah warna dasar kulit.

(+) Bikin kulit jadi matte, nggak minyakan.

Minus:

(-) Kalau udah dipake sampe malam jadi berminyak kulitnya (BB cream lain juga gitu sih).

(-) SPF-nya cuma 21. Masih kalah sama BB cream lain yang SPF-nya 30 ke atas.

Next Purchase: Yes (tapi masih pengin cobain merk lain juga, sih)

Foto: Mariska

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy