FacebookTwitter
Page 2 of 212

Cantik dengan Oatmeal

By on Oct 16, 2014 in Beauty, Diary

Kalau ada yang bilang oatmeal itu rasanya enak, berarti lidahnya udah mati rasa. Pasti dia nggak pernah merasakan kenikmatan duniawi dengan menyantap makanan berlemak dan berkolesterol tinggi. Nggak heran kalau banyak orang yang awalnya belagu pengin diet dengan rutin makan oatmeal, tapi setelah itu niatnya terhenti di tengah jalan. Karena, lidah mereka teriak-teriak minta dikasih makan makanan bersantan. Gue juga pernah mengalami hal itu. Akhirnya oatmeal di dapur masih bersisa banyak, nganggur dan dibuang begitu aja karena udah kadaluarsa. Coba kalau oatmeal itu enak, pasti gue udah abisin sisanya, meskipun udah kadaluarsa. Soalnya, udah beberapa kali gue makan makanan yang udah lewat dari tanggal jatuh tempo, tapi sampai sekarang gue masih sehat walafiat. Untuk mengatasi pembuangan oatmeal yang makin hari makin banyak, alangkah baiknya kalau kita memanfaatkan sisa oatmeal yang nggak terpakai dengan baik. Sayangnya, sisa oatmeal tersebut nggak bisa dijual di berniaga.com atau olx.co.id (tempat jual barang bekas layak pakai). Jadi, harus gimana dong, Kak? Jangan kuatir, karena sisa oatmeal di rumah bisa kalian gunakan untuk bikin muka kalian yang kayak pantat kuali jadi bersinar. Karena, banyak manfaat oatmeal yang untuk kecantikan. Antara lain, mengangkat sel kulit mati, menghaluskan, mencerahkan kulit dan menghilangkan iritasi kulit, kulit kemerahan, jerawat serta bekasnya. Dengan catatan kalian rutin melakukan perawatan ini. Kayak gimana sih, aplikasinya?   1. Abis Dimasak Terus Diolesin Jika kulit kejemur sinar matahari, abis sembuh dari cacar air dan ada bekas luka atau jerawat, pastinya kulit bakal jadi belang. Buat menyamarkan perbedaan warna kulit tersebut bisa dengan menggunakan oatmeal. Caranya, dengan memasak oatmeal dengan air panas, tapi tunggu suhunya nggak terlalu panas. Terus, baurkan di kulit yang belang. Biarkan kering hingga 10 menit, lalu bilas.   2. Scrub Wajah Caranya, haluskan dua sendok makan oatmeal, lalu tambahkan satu sendok teh baking soda. Masukan ke dalam wadah berpenutup kedap udara....

“Bercanda” di TPU Jeruk Purut

By on Oct 12, 2014 in Diary

Pernah diajak “bercanda” atau main-main oleh hantu? Jika belum, datanglah ke TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, seperti yang gue lakukan. Karena di TPU ini terkenal banget dengan hantu kepala pastur yang sempat dijadikan film tahun 2006 silam. Lho kok, kenapa tiba-tiba gue main ke kuburan? Apakah gue pengin nyekar beberapa orang penting yang dikubur di sana? Oh, tentu tidak. Jadi, begini ceritanya… Jumat malem, 10 Oktober 2014 kemarin, gue disuruh dateng ke liputan launching buku Jangan Dengerin Sendiri (JDS) yang diterbitkan sama Bukune. Ternyata, sebelum buku ini dibuat, JDS ini udah dibuat dalam bentuk siaran radio di 90,8 FM OZ Radio Jakarta, setiap hari Kamis, jam 23.00 – 24.00 WIB. Program itu dibawain sama Naomi Angelia, si cewek indigo, Dito, si jomblo dua tahun yang sering diketawain kuntilanak, pernah digandeng perempuan gaib dan terjebak di tempat gelap, Cahyo, si cowok paling penakut, tapi paling jago mapping dan mahir mendokumentasikan penampakan. Dan Daya, announcer dan reporter 90.8 FM OZ Radio Jakarta yang punya modal nekat buat liputan ekspedisi malam di tempat-tempat angker. FYI, buku ini juga ditulis oleh Naomi dan tim JDS. Dan ini penampakan bukunya. Nampaknya seru buat kalian yang suka banget sama cerita horor dan punya jantung yang kuat! Awalnya, gue juga bingung sih, kenapa launching buku kali ini nggak diadain di toko buku kayak biasanya. Tapi, malah diadain di Bakoel Bir Cafe, Kampung Kemang. Gue seneng-senang aja sih, soalnya bisa makan makanan lucu dan rendah lemak di sana kayak nasi goreng dan martabak ovomaltine. Tapi kesenangan gue itu tidak berlangsung lama. Karena, abis seneng-seneng, gue dan kawan-kawan lainnya malah diajak buat ekspedisi ke TPU Jeruk Purut yang lokasinya emang nggak jauh dari kafe itu. Tujuan dari ekspedisi tersebut adalah buat merasakan langsung kegiatan anak-anak JDS kalau lagi liputan di tempat angker. Pas gue denger kalau kami mau...

Menemukan Kak Uung Versi Batak

By on Oct 7, 2014 in Diary

Kalau kata orang-orang, kembaran (kloningan) Kak Uung itu ada di mana-mana. Setiap kali gue deket atau temenan sama orang, pasti orang itu dibilang mirip sama gue. Kayak waktu SMP, gue sering dikira adeknya si Stephany. Waktu SMA, muka gue dibilang mirip Susi. Waktu kuliah, muka gue dibilang mirip Mastini dan kakak kelas bernama Eva. Waktu kerja, muka gue dibilang mirip Sherly dan Willy yang emang kebetulan adalah kakak-beradik. Padahal, menurut gue, muka kami kayaknya nggak ada mirip-miripnya. Dan sebenarnya, masih banyak lagi orang-orang yang dibilang mirip Kak Uung. Terus, waktu jadian sama Kak RG, muka gue juga dibilang mirip Kak RG. Bahkan, ada yang mengira gue udah jadian sama Kak RG selama tujuh tahun karena muka kami mirip banget. Kayak udah kenal lama banget, gitu. Kalau kata orang-orang sih, cuma beda bentuk bibir aje. Iyalah, bagusan bibir gue ke mana-mana. Padahal, menurut gue sih nggak mirip sama sekali, ah. Cakepan guelah ke mane-mane. Nah kan bener, cakepan gue ke mane-mane! Btw, semua nama yang gue sebutin di atas itu, sukunya sama kayak gue. Cinko (Cina Kota) mamen! Dan gue belum pernah menemukan Kak Uung versi kota atau negara lain. Kalau misalnya kalian jalan-jalan ke Arab Saudi, mungkin kalian nggak akan menemukan orang yang mirip sama Kak Uung. Jangan sedih! Kalian nggak perlu jauh-jauh main ke Arab demi menemukan Kak Uung versi suku atau ras lain. Karena, di kantor gue ada Kak Uung versi Batak! Mungkin kalian nggak bakal percaya akan hal ini. Gue pun sempat nggak percaya pada awalnya. Tapi, begitu kalian berkenalan dengan anak baru di kantor yang bernama Indah Nainggolan, si wanita berdarah Batak, kalian pasti akan langsung ngeh dengan penampakan Kak Uung di tahun 2011. Di mana Kak Uung suka sekali mengenakan kaca mata. Denger-denger, waktu Kak Indah ini melihat foto gue pas masih kacamataan, dia...

Rambut Baru Kak Uung: Normal Banget!

By on Oct 4, 2014 in Beauty, Diary, Review Produk

Kira-kira, tiga minggu yang lalu, gue mengalami ‘kecelakaan’ poni yang menyebabkan gue trauma dengan gunting dan benda tajam lainnya. Poni gue yang tadinya mirip bulan sabit mendadak berubah jadi kayak batok kelapa. Padahal, dari dulu gue selalu ahli dalam menggunting poni sampai-sampai pernah kepikiran buat buka salon, tapi khusus buat potong poni. Dan itu menyebabkan gue harus menunda cat rambut, karena poni gue ancur banget! Kayaknya nggak etis aja kalau harus cat rambut, padahal potongan rambut lagi nggak oke. Meskipun poni lagi dalam masa kehancuran, tapi gue tetap berusaha tawakal. Sekarang, poni gue udah agak bagusan. Kalau kata orang-orang sih kayaknya berkat kekuatan shampoo kuda Mane and Tail. Gue pikir, ini adalah saat yang tepat untuk cat rambut lagi demi benerin warna rambut gue yang udah hancur berantakan kayak hidup para koruptor. Dan warna rambut terbaru gue yang sekarang terinspirasi dari Kak RG. Nama warna rambutnya mahogany copper brown, merk Loreal Paris. Kalau kata Kak RG, warna itu adalah warna rambut pertama dia saat pertama kali cat rambut. Saat itu, Kak RG masih belia banget karena baru lulus SMA (pertengahan 2002). Walaupun masih tergolong muda, namun dia udah jadi bantjik salon. Pencapaian tersebut kira-kira mirip kayak prestasi Mark Zuckerberg yang sukses di usia muda karena mendirikan Facebook. Warnanya, terlihat lebih gelap dan ‘normal’ jika dibandingkan dengan warna rambut gue yang sebelumnya. Ya, sekali-kali bolehlah terlihat lebih normal. Kalau lagi normal, biasanya langsung banyak yang naksir sama gue. Suwer. Beh, kalau gue bergaya normal dari dulu, gue pasti udah pacaran sejak duduk di bangku TK. Dengan kekuatan bulan, gue berhasil ngecat rambut gue sendiri. Seadanya gitu, deh. Tadinya, gue pengin minta bantuan Kak RG, tapi takutnya dia sibuk. Maklum aja, sebentar lagi dia bakal jadi CEO dan pake kartu nama yang tulisannya ‘I’m CEO, bitches!’. Tengil banget, kan! Setelah cat...

Foto Gahul Wajib Posting!

By on Oct 3, 2014 in Diary

Kalau kalian nggak pernah foto kayak begini di media sosial, berarti kalian kurang gahul! Percuma deh punya hape canggih yang kameranya depan belakang dan mega pixel-nya tinggi. Mendingan kalian pake hape jadul yang bisa buat nimpuk anjing, terus anjingnya langsung wafat saat itu juga. Emangnya, foto apa sih yang bisa dibilang gahul menurut anak zaman sekarang?   1. Foto di Pantai yang Masih “Perawan” Kayaknya, udah nggak zaman foto-foto di pantai yang mainstream, kayak Ancol. Karena pantainya udah nggak terlalu bagus. Udah terlalu rame dan istilah kasarnya, tuh pantai udah nggak “perawan”. Sekarang, orang lebih bangga foto di pantai yang masih perawan. Pantainya belum terlalu rame. Air lautnya masih jernih, biru banget dan pasirnya masih putih banget. Kalau main ke sana, bawaannya betah banget, pengin jemuran sampe kulit kayak orang Papua. Salah satu pantai yang masih bagus banget adalah pantai Padang-Padang, Bali. Gue pernah foto di sana dong. Foto di sana nggak harus pake bikini, kok. Biasanya, cewek-cewek suka pake maxi dress, tapi yang punggungnya kelihatan atau halter neck gitu. Tapi, kalau maxi dress yang gue pake sih bener-bener menutup aurat dan sopan banget. Ditambah lagi kacamata hitam yang bikin penampilan gue mirip kayak orang buta. Bodoh amat, deh. Yang penting gahul, Mamen!   2. Foto Pake Bikini Udah gahul karena sering main ke pantai, masa nggak pernah foto pake bikini? Kalau nggak pernah foto pake bikini, berarti masa muda kalian cupu! Meskipun belum terlalu pede sama bentuk badan, cobalah untuk berpose dengan bikini dari belakang. Jujur aja, dalam hal ini gue juga merasa kurang gahul karena nggak pernah foto pake bikini. Maklum aja, selain karena nggak punya bikini, gue belum pede sama bentuk badan gue. Gue pengin pake bikini pas perut gue udah 6 pack. Jadi, tungguin aja perut gue 6 pack. Untuk menghibur kalian, gue persembahkan foto...

Page 2 of 212
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy