FacebookTwitter

Menstruasi Kak Alay

By on Sep 14, 2014 in Diary

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Gambar di atas adalah kejadian di mana gue hampir membunuh kak Adis sewaktu emosi gue memuncak karena datang bulan. Bagaimana ceritanya? Kita kembali ke tahun 2011 di mana semua ini dimulai. Pada hari Selasa itu gue sedang mengalami datang bulan, sebuah rutinitas berbahaya yang harus gue alami sebulan sekali. Waktu itu rasanya emosi gue jadi labil bingit, rasanya pengen bunuh orang. Dan di hari yang suram itu, kak Adis tiba-tiba ngomong sesuatu yang bikin gue jengkel banget. Emosi gue pun langsung memuncak. Gue ambil gunting besar di meja dan langsung samperin kak Adis. Lalu, sambil teriak kenceng, gue angkat tuh gunting dan… nggak, nggak… just kidding, teman-teman. Gue ini anak alim kok bukan pembunuh. Percaya deh.

Datang bulan a.k.a menstruasi adalah momok yang harus dialami oleh setiap cewek, kurang lebih selama 40 tahun semasa ia hidup. Karena, biasanya, cewek itu pertama kali datang bulan di umur 12 tahun dan berakhir (menopause) di umur 50-an. Dan kayaknya, pembaca di sini udah pada tau datang bulan itu apaan, jadi gue nggak perlu jelasin lagi soal itu. Meskipun kalian adalah cowok tulen yang nggak akan pernah datang bulan, tapi gue yakin kalian pasti mengerti tentang hal ini.

Tapi, sebagai cowok tulen, kalian mungkin nggak tau betapa ribetnya cewek kalau lagi datang bulan. Bahkan, udah ribet ketika 7 atau 14 hari sebelum datang bulan. Masa ini disebut PMS (Pra Menstruasi Syndrome). Serba salah kalau jadi cewek. Datang bulan ribet. Kalau nggak dateng bulan, otomatis kulit jadi cepet tua dan nggak bisa punya anak.

Sebagai perempuan tulen yang mengalami menstruasi setiap bulannya, gue sih nggak pernah mengalami masalah ribet yang berkaitan dengan fisik sejak pertama kali datang bulan sampai sekarang. Beda sama temen kantor gue si Mayseeta. Dia itu kalau dateng bulan, pasti jadi alay banget! Sebutan ‘datang bulan alay’ di kantor itu tenar dari Mayseeta karena dia yang jadi korban sekaligus pelopor sebutan itu. Biasanya, itu terjadi di hari pertama dateng bulan. Kalau udah parah banget, dia pasti nggak masuk.

Tadinya, gue pikir itu cengeng banget, tapi setelah gue denger ceritanya, gue jadi merasa hidupnya miris banget. Seolah-olah jauh dari kata bahagia. Nih ya, siap-siap miris pas baca ciri-ciri alay Mayseeta ketika datang bulan, selain sakit perut:

  1. Bisa  muntah 10 kali dalam sehari.
  2. Nggak bisa makan seharian. Jangankan makan, minum air putih aja dia bisa muntah.
  3. Keringet dingin dan kejang-kejang.

Menurut Mayseeta, ketiga perilaku di atas itu alay banget! Tapi, gue pikir kalau misalnya nggak nafsu makan, terus muntah-muntah kan bagus buat diet. Lumayan bisa mengurangi berat badan. Tapi, kalau lihat badannya yang tinggal tulang, kulit dan kentut doang, pasti kalian nggak bakal tega melihat Mayseeta mengalami kejadian naas tersebut. Kalau badannya gampang subur kayak gue, pasti kalian mendukung kegiatan alay itu.

Bukan cuma Mayseeta yang mengalami nasib naas kayak gitu, tapi ada juga beberapa temen yang kayak begitu. Nggak jarang mereka jadi rutin minum obat pereda sakit datang bulan yang dijual di pasaran. Bahkan, ada juga yang redain rasa sakit dengan cara minum Coca-Cola. Katanya sih cara itu lumayan ampuh.

Alhamdulillah, gue nggak sampe segitunya. Nyokap gue juga begitu, sih. Dari zaman muda sampai sekarang, datang bulannya nggak pernah yang aneh-aneh. Bahkan, sakit perut aja nggak pernah. Mungkin emang keturunannya yang udah bagus kali, ya.

Paling, pas PMS tumbuh jerawat dikit. Untungnya sih, udah nggak sebanyak ketika masih sekolah. Mungkin karena udah ngerti gimana cara rawat muka biar nggak makin berminyak. Terus, payudara jadi keras dan makin berat. Udah gitu, nafsu makan jadi bertambah. Eh, kalau soal nafsu makan, kayaknya itu cuma emang gue aja yang doyan makan deh. Datang bulan cuma jadi kambing hitam.

Dulu, gue nggak percaya kalau PMS dan menstruasi bisa bikin emosi cewek jadi nggak stabil. Gue pikir, itu emang dasar orangnya aja yang suka marah-marah dan nggak bisa menahan diri. Dan gue pikir, cewek yang suka marah-marah pas datang bulan, itu cuma cewek-cewek yang efek datang bulannya alay kayak Mayseeta. Tapi, bukan berarti gue nggak pernah emosi atau marah seumur hidup. Kadang, gue juga suka marah, tapi dengan alasan tertentu.

Cuma, setelah gue makin dewasa dan udah mengalami PMS dan menstruasi selama bertahun-tahun, gue makin mengerti kalau teori tersebut benar adanya. Bukan karena nggak bisa menahan emosi, tapi kalau lagi masa-masa itu, banyak hal yang seolah-olah nggak bisa ditoleransi.

Mungkin, biasanya dalam kehidupan sehari-hari, kita orangnya ceria, cuek, nggak suka marah-marah dan nggak pernah kepikiran sama apa kata orang, tiba-tiba bisa menjadi orang yang berubah total. Tentu saja itu membuat orang di sekeliling kita jadi bingung. Bahkan, kita pun seperti nggak bisa mengenali diri kita sendiri karena mendadak dangdut, kita udah berubah jadi anak alay. Bangkenya, gue juga mengalami hal itu. Fisik gue sehat walafiat, tapi kejiwaan gue nggak begitu. Bahkan nyaris jadi bipolar.

Kebanyakan, gejala alay yang Kak Uung alami saat PMS dan menstruasi adalah:

 

1. Jadi Pendiam

 

Pernah suatu hari temen-temen gue pada janjian makan bakso abang-abang yang cukup tenar di kalangan kantor, tapi gue nggak ikutan dan memilih buat makan sendirian di kantor. Padahal gue suka banget makan! Eh, tapi bukan karena gue nggak pengin makan bakso, lho. Bukan! Gue menolak ikutan karena udah bawa bekal bikinan nyokap gue. Bisa aja sih gue makan dua sesi, tapi lambung gue udah mengecil dan udah nggak terlalu kuat buat nampung makanan lebih banyak. Karena profesi gue udah berubah dari competitive eater menjadi model seksi.

Tapi, Kak Asri (redaktur eksekutif gue) menganggap gue sudah berubah. Gue sudah nggak lagi menjadi diri sendiri. Dari orang yang suka banget makan, menjadi orang yang sok-sokan diet dan dia melihat gue berubah jadi pendiam. Rupanya, Kak Asri dan yang lain sempat berdiskusi. Mereka menyimpulkan kalau gue lagi berantem sama Kak RG.

Akhirnya, gue jelasin mati-matian kalau gue baik-baik aja. Nggak ada masalah sama siapa pun, termasuk Kak RG. Gue juga merasa tetep bawel kayak biasa, kok. Dan kayaknya nggak ada yang berubah dari diri gue. Mereka aja yang terlalu sensitif dan berpikir macam-macam.

Beberapa hari kemudian, tanpa sadar gue manggil Kak Yani (redaktur eksekutif gue) dengan gaya khas Uung.

“Yanneeyy… Kuruk kuruk kuruk… Cilukba..!”

Cilukba

Lalu, Yani pun langsung senang dan tepuk tangan.

“Ini baru Uung yang sesungguhnya. Udah lama nggak pernah denger teriakan kayak begitu. Pasti udah baikan sama pacarnya!”

Saat itu pula, gue baru sadar kalau teriakan macam itu yang dirindukan dari temen-temen gue. Gue juga baru sadar kalau gue udah lama nggak teriak kayak begitu. Setelah gue selidiki,  gue bisa jadi pendiam seperti itu karena gue lagi menjalani masa PMS dan menstruasi. Dan gue kembali menjadi Uung yang suka godain anak orang dengan gaya khasnya setelah masa-masa nista itu berakhir.

 

2. Jadi Cepet Tersinggung dan Mudah Marah

 

Gue adalah orang yang sangat suka bercanda, karena gue sendiri pun suka banget godain orang. Jadi, kalau misalnya dibercandain atau digodain, gue hanya menanggapinya dengan senyum atau tertawa lebar. Bahkan, gue juga bisa menertawakan kelakuan gue yang bodoh.

Tapi, hal itu nggak berlaku ketika PMS dan datang bulan. Dibercandain dikit, bawaannya langsung tersinggung dan pengin marah-marah. Kayak dulu, gue pernah dijodoh-jodohin sama seseorang, terus gue langsung nggak terima dan menganggap temen gue itu menghina gue banget.

“Lo pikir gue mau sama dia? Gila lo ye, sembarangan banget! Dia itu kan ancur banget. Hidupnya nggak bener!” bentak gue.

Tersinggung

“Ih Kak, kan cuma bercanda,” kata temen gue.

“Bercanda pala lo! Sama aja lo doain gue supaya gue kawin sama dia nanti. Ogah! Mending jadi perawan tua.” Dan masih ada sumpah serapah lainnya. Abis itu gue nyesel sendiri karena udah maki-maki temen gue. Gue juga jadi takut sendiri kalau nantinya jadi perawan tua. Habislah hidup gue.

 

3. Susah Tidur

 

Ini kadang-kadang aja sih, karena gue pada dasarnya suka banget tidur. Lagi antri panjang di bank aja, gue bisa tidur sambil berdiri. Hebat, kan? Biasanya, ini terjadi karena efek lanjutan dari poin nomor dua tadi. Kan gue nggak suka dijodoh-jodohin sama orang yang gue nggak suka. Terus, sesampainya di rumah, bahkan sampai ke alam tidur pun gue masih suka kepikiran. Kepikiran betapa KZL-nya gue dijodohin sama orang kayak begitu. Itu yang bikin gue susah tidur.

KZL banget pokoknya. Di dalam otak gue langsung terlintas semua keburukan orang itu dan itu bikin gue makin ilfil. Padahal, orang itu nggak salah apa-apa sama gue. Kalau pun gue bisa tidur, pasti muka orang itu masuk ke dalam mimpi gue. Di dalam mimpi itu, gue bisa melakukan tindakan kekerasan sama orang itu. Baik tampar maupun hajar.

Kekerasan

Itu cuma salah satu contoh kasus. Sebenarnya masih banyak kasus yang lain. Kalau menghadapi masalah sejenis itu, biasanya gue memilih untuk menyelesaikannya secara langsung biar di rumah bisa tidur dengan nyenyak.

 

4. Suka Memperpanjang Masalah

 

KZL ngga sih, kalau ketemu orang yang suka memperpanjang masalah? Sampai-sampai masalah itu jadi makin ribet dan nggak pernah ada solusinya? Kalau gue sih pasti KZL banget! Apalagi biasanya yang ribet kayak begitu adalah cewek. Lebih ribet daripada urusin touch-up makeup mereka yang nggak kunjung kelar.

Gue juga cewek, tapi nggak segitu ribetnya. Kecuali, kalau lagi PMS dan datang bulan. Bawaannya pengin panjang-panjangin masalah. Kalau bisa sampe ribut. Tapi, nggak selalu sampe ribut, sih.

Misalnya, ada kasus liputan pagi yang bisa dibikin simpel, tapi gue bikin jadi ribet.

“Kak Ayu, besok acara sekolahnya di Cileduk, ya? Akihh nggak tau tempatnya, nih. Acaranya pagi pula,” bilang gue.

“Ya udah Kak, ke kantor dulu aja. Kita berangkat bareng. Gue juga nggak tau. Tapi, kalau dari kantor kan kita bisa dapet supir dan cari jalan bareng.”

“Tapi Kak, akihh susah bangun pagi. Mending akihh langsung ke sana aja pake vocher taksi.”

“Kalau nyasar gimana? Tukang taksi kan suka muter-muter.”

“Iya juga, sih. Tapi, akihh susah bangun pagi. Gimana dong, Kak?”

“Udah, ke kantor aja dulu.”

“Males, tapi takut nyasar. Gimana ya, Kak?”

“Ke kantor dulu aja, Kak.”

“Tapi..”

Di Kantor

Begitu terus sampe kiamat dan bikin Ayu KZL.

 

5. Pengin Bikin Status Galau di Socmed

 

Ini sih terjadi ketika usia gue masih labil dan baru mencicipi dunia socmed. Nggak tau kenapa kalau lagi emosi, bawaannya mau curhat di dunia maya, biar semua orang tau. Padahal, nggak semua orang tau siapa gue. Ujung-ujungnya cuma bikin orang jadi kepo dan akhirnya gue jadi malu sendiri.

Galau

Sampe sekarang pun masih pengin lakuin hal itu, terutama pas lagi masa-masa berdarah. Tapi, gue masih bisa berpikir pake akal sehat, sih. Kalau lagi pengin ngegalau di socmed, gue lebih baik menjauhkan diri dari smartphone. Tunggu beberapa jam dan emosi gue udah mereda, barulah gue pegang hape lagi. Cara ini lumayan ampuh karena cara berpikir kita jadi berbeda dari beberapa jam sebelumnya. Bawannya jadi nggak KZL lagi dan lebih pengin bikin quote bijak.

 

6. Delete Contact BBM atau unshare Path

 

Karena gampang KZL sama temen sendiri, bawaannya pengin banget delete contact (delcont) BBM temen itu. Dan itu udah terjadi beberapa kali. Udah beberapa kontak BBM temen yang gue ilangin karena KZL waktu BBM-an sama mereka. Tapi, ada beberapa yang baikan lagi dan gue add lagi BBM-nya. Salah satunya Wilsen Robin di geng Jamur. Dia udah ngerti banget soal emosi gue, jadi dia terima-terima aja gue delcont, terus kalau gue add BBM dia lagi, pasti dia masih mau approve gue dengan senang hati.

DelCont

Kalau di Path, yang bikin emosi pas lagi masa-masa berdarah adalah temen yang suka tag nama temen-temennya sampe se-RT. Biasanya post-annya buat ucapin selamat hari raya atau pamer sesuatu biar semua orang tau. Yaelah, sebenarnya nggak usah di-tag, gue juga bisa baca sendiri kali. Bisa dibayangin nggak kalau yang di-tag itu 100 orang? Dan 50 orang ngejawab, bilang thank you dan lain-lain? Notifnya juga ada 50 biji dong? Sumpah itu ganggu banget. Gue pernah lho unshare temen sekali karena masalah itu.

 

7. Tiba-Tiba Merasa Sedih Tanpa Sebab

 

Pernah nggak merasa sedih dan depresi pas lagi nonton film di bioskop? Padahal, film yang ditonton itu bukan film sedih atau film horor. Nah, kadang gue mengalami kejadian itu pas lagi PMS atau menstruasi. Gue menikmati filmnya, tapi di sisi lain, gue berasa kesepian, pengin cepet-cepet pulang karena pengin nangis di atas bantal.  Nggak jelas banget, kan?

Seperti itulah cerita alay akibat PMS dan datang bulan. Kalau cerita PMS dan datang bulan kalian kayak gimana?

Btw, foto ilustrasinya itu penuh sama muka gue dan kak Adis, temen gue yang aneh. Dia juga punya blog aneh yang sering gue baca, lho! Jangan lupa visit blognya di krilianeh.com.

 

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy