FacebookTwitter

Review Shampoo Kuda Mane and Tail

By on Jun 29, 2014 in Beauty, Diary, Review Produk

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Kalau perhatiin fenomena jualan di Instagram, jualannya makin kreatif dan jenisnya makin beragam. Sekarang Sista-sista di Instagram nggak lagi cuma jualan baju atau aksesoris, tapi banyak juga yang jualan perabotan rumah tangga macam katalog Ace Hardware, kosmetik, aplikasi hape, makanan ringan sampai makanan beku. Salah satu fenomena yang menohok hati gue adalah jualannya salah satu Sista di Instagram, yaitu shampoo kuda Mane and Tail.

Konon katanya, shampoo tersebut ampuh banget buat yang pengin panjangin rambut. Katanya sih, rambut jadi sehat, kuat, lebat dan panjangnya cepet kayak pertumbuhan ekonomi di negara maju. Udah gitu, kalau baca testimoninya, banyak yang bilang rambutnya jadi halus dan lembut kayak abis di-creambath.

Kelihatannya sih meyakinkan banget! Eh, tapi tunggu dulu! Masa pake shampoo kuda? Emangnya eke perempuan apaan? Hati eke kan lembut kayak puteri solo yang lebih cocok pake ramuan kecantikan ala keraton!

Lalu, gue pun banyak riset di Google soal shampoo ini saking penasarannya. Jadi katanya, shampoo ini awalnya emang cuma dipake sama kuda di USA dan terbukti bikin rambut kuda-kuda tersebut makin cantik. Dan akhirnya dipake sama manusia dan terbukti cocok juga dipake sama mereka. Jadi, shampoo tersebut dinyatakan sah sebagai shampoo manusia.

Emang ada-ada aja, ye! Shampoo kuda aja bisa dipake sama manusia. Nggak heran kalau masih ada orang dewasa yang suka banget makan bubur bayi dan diolah jadi cemilan (gue dan pacar salah satunya).

Mungkin aja beberapa bulan lagi bakal ditemukan penelitian kalau Friskies (makanan kucing yang mahal itu) itu pantas buat jadi cemilan manusia. Maka, di mal dan di mana pun, kita nggak bakal asing dengan pemandangan anak muda yang asyik nenteng sebungkus Friskies buat dicemil. Sama lumrahnya kayak orang nenteng Shilin atau Cha Time.

Jelas, hal itu bikin gue tertarik buat cobain shampoo kuda! Soalnya, sejak gue potong rambut jadi gaya jamur tahun 2012 kemarin, gue jadi sering banget potong rambut jadi pendek banget kayak anak laki. Tau sendiri kan derita perempuan berambut pendek? Kalau panjang sedikit aja, bentuknya langsung aneh dan gazebo. Jadi, harus sering dipotong dan bikin panjangnya jadi lama banget.

Di pertengahan 2013 kemarin, memutuskan buat berhenti potong rambut dan menunggu sampe panjang. Meskipun prosesnya nggak mudah karena nantinya gue harus menghadapi bad hair day dan tetek bengek lainnya dalam waktu yang cukup lama.

Gue pun berhasil bertahan selama sembilan bulan buat nggak potong rambut. Karena udah lama banget nggak dipotong, rambut gue pun jadi lumayan gondrong dan banyak cabang di ujung-ujungnya. Gatel banget sih, rasanya pengin bondolin lagi. Tapi, gue langsung teringat dengan janji manis gue sama rambut ini. Gue sudah berjanji buat panjangin rambut sepanjang-panjangnya. Kalau bisa sampe sedengkul. Nggak tau kenapa gue pengin panjangin rambut. Mungkin karena udah inget kodrat sebagai wanita yang sesungguhnya kali, ye.

Setelah sekian lama nggak potong rambut, akhirnya gue memutuskan buat ngetrim rambut. Yang gue tau sih, trim rambut berguna banget buat bikin rambut sehat, jadi pertumbuhan rambut pun bisa lebih lancar kayak lalu lintas di jalan tol. Dan kalau di-trim itu nggak bakal buang rambut terlalu banyak. Paling cuma 2 cm, jadi masih aman panjangnya.

Beginilah hasil trim-nya. Warnanya jelek banget emang karena udah tiga bulan nggak cat rambut. Tapi, hasil trim-nya okelah. Oke karena baru di-blow. Foto ini kira-kira diambil di awal April 2014.

kuda1

Tentunya, gue nggak lupa buat beli shampoo kuda Mane and Tail. Harga shampoonya lumayan mahal. Biasanya online shop jualnya Rp 225 ribu per botol. Mungkin karena barang impor dan masih susah didapetin di Indonesia.

Untungnya, si Sherly, teman gue yang juga pengin panjangan rambut karena sebentar lagi udah mau dikawinin ini suka banget cari barang diskonan. Dia nggak menyerah sama harga segitu. Si Sherly sampe cari Mane and Tail yang lagi diskonan di berbagai online shop seluruh Indonesia. Hingga dia menemukan harga terbaik, yaitu Rp 170 ribu! Isinya juga banyak. 355 ml, bray!

Inilah shampoo kuda kami…

mane and tail

Setelah mencoba shampoo kuda, kok perasaan hidup jadi makin nggak karuan dan nggak pernah tenang, ya! Dikit-dikit tanya ke orang lain soal pertumbuhan rambut.

“Kak, rambut aku udah panjang belum, ya?” tanya gue ke Seeta, temen kantor.

“Belum, lah! Emang lo udah pake shampoo kuda?” tanya Seeta balik.

“Udah, kak! Maknya gue tanya ke lo!”

“Lah, emang udah pake berapa hari?”

“Baru pake kemarin, Kak!”

“Yaelah baru juga sehari. Lo pikir pake dukun ape!”

Dan keesokan harinya, sampai seminggu kemudian, gue terus bertanya soal pertumbuhan rambut gue ke beberapa temen sampe mereka bosan. Saking bosannya dan ingin menghibur gue, mereka pun menjawab: ‘Iya, Ung. Udah panjang banget rambut lo! Udah sepantat, tuh!’ . Miris banget kayaknya ketika lo tahu orang-orang harus berbohong demi menyenangkan hati lo yang galau cuma karena shampoo.

Kalau baca kesaksian orang-orang yang udah pake shampoo kuda, mereka kebanyakan bilang kalau shampoonya bikin rambut lembut bla bla bla. Tapi, begitu gue pake, kok nggak ada lembut-lembutnya, ya? Yang ada rambut gue jadi mekar dan kasar. Jadi, harus dipakein conditioner lagi supaya lembut. Sherly juga berpendapat hal yang sama kayak gue.

Sebulan kemudian, gue pajang foto selfie di Instagram (25 Mei). Itu persis sama hari ulang tahun gue. Gue ngepost foto selfie karena selain gue lagi ulang tahun, gue juga baru cat rambut jadi merah kayak Hayley Williams (vokalisnya Paramore).

kuda2,jpg

Kalau diiliat-liat, rambutnya tambah panjang sih. Mungkin itu karena hasil shampoo kuda. Ihiyyy!! Eh, tapi bisa juga shampoonya nggak terlalu ngefek karena emang udah takdir kalau rambut emang harus panjang. Duh, ya, sudahlah!

Karena gue baru cat rambut jadi merah, jadi Kak RG (pacar saya) yang merupakan ahli rambut sejak tahun 1985 ini menyarankan supaya gue pake shampoo khusus untuk rambut merah merek terkenal itu. Nggak usah disebutlah, ya, mereknya apa. Mungkin karena Kak RG yang ngomong kali, ya, jadi gue nurut-nurut aja karena selain mengerti soal kesehatan rambut, Kak RG itu dipanggil profesor oleh teman-temannya sejak duduk di bangku kuliah gara-gara otaknya encer banget. Kalau ngomong pun terdengar sangat bijak, ditambah lagi suaranya pelan dan halus seperti Princess Elsa di Frozen (kata Mastini teman kampus gue).

“Ung, mendingan pake shampoo ini aja. Mereknya kan sama kayak merek cat rambut yang kamu pakai. Aku denger sih, shampoo jenis ini bisa bikin warna rambut tahan lama,” kata Kak RG waktu kami berada di Guardian, Gajah Mada Plaza.

Kak RG cocok banget jadi SPG Guardian. Untung sehabis transaksi shampoo selesai, dia nggak lanjut tanya: ‘Kak, nggak mau beli vitaminnya sekalian?’ kayak yang biasa dilakukan oleh Mbak-mbak SPG Guardian pada umumnya.

Dan gue pun rehat dari shampoo kuda dan berselingkuh ke shampoo merek terkenal itu selama kurang lebih dua minggu. Dua minggu pake shampoo merek terkenal itu, cat merah gue langsung luntur nggak bersisa. Sedih. Udah bayar mahal-mahal kok malah luntur. Dan gue kembali menjadi kakak rambut cokelat bukan lagi kakak rambut merah bak Hayley Williams. Padahal, di botolnya, shampoo itu berjanji buat mempertahankan warna merah hingga tujuh minggu ke depan. Huh, ternyata janji hanyalah janji! Palsu kayak janji kampanye politikus pada umumnya!

Seketika itu juga, gue langsung teringat dengan perkataan seorang hair stylist kira-kira delapan tahun yang lalu. Dulu, gue kan cat rambut empat warna. Warnanya cukup nggak etis. Ada warna pink, hijau, kuning dan cokelat. Nah, warna pink dan hijau itu merupakan warna “nggak etis” untuk rambut. Maksudnya, warna itu bukan warna dasar rambut, jadi jangan harap bisa tahan lama di rambut lo. Dan kalau mau warnain warna itu, rambut lo harus di-bleaching dulu baru bisa masuk warnanya.

Setelah gue kelar warnain rambut jadi empat warna, si hair stylist bilang begini: “Kamu jangan banyak berenang karena kalau kena kaporit warnanya cepet luntur. Jangan pake shampoo anti ketombe dan jangan pake shampoo XXX (shampoo merek terkenal itu). Karena shampoo XXX itu cuma bisa dipakai buat warna rambut yang normal kayak cokelat dan sejenisnya!”

Dan gue bener-bener nurutin apa yang dia bilang. Gue nggak pernah berenang! Bukan karena takut sama kaporit sih, tapi karena takut air dan nggak bisa berenang. Hahaha… Gue juga nggak pernah pake shampoo anti ketombe dan XXX yang mereknya terkenal itu. Alhasil, warna hijau dan pink gue bertahan cukup lama, lho. Hampir setengah tahun kayaknya. Bahkan, warna pinknya masih ada yang nempel di rambut, padahal udah setahun lebih.

Begitu teringat dengan nasihat si hair stylist, gue langsung berasa digampar bolak-balik. Seharusnya, gue mengingat kembali nasihat bijak itu dan nggak kemakan dengan janji palsu si shampoo merek terkenal itu. Bukan salah Kak RG juga, sih, karena dia juga kemakan iklan. Dia nggak bermaksud menyesatkan hidup gue. Mungkin setelah baca tulisan ini Kak RG bakal merasa bersalah. Jangan merasa bersalah, ya, Kak! Nanti aq beliin qm mobil Mini Cooper seri terbaru, deh!

Karena begitu kecewa dengan shampoo merek terkenal itu, gue langsung kembali ke pelukan shampoo kuda. Emang bener ya, apa pun alasannya selingkuh itu emang nggak dibolehin. Untungnya, gue juga masih punya kesempatan buat kembali ke shampoo kuda. Dua minggu pun berlalu dan rambut gue tentunya makin panjang, seperti ini. Foto ini diambil tanggal 27 Juni 2014

kuda3

Ya, lumayanlah, walaupun rambutnya udah nggak merah kayak Hayley! Dan gue masih nggak tau, ya, apakah benar ini efek magic dari shampoo kuda, atau emang karena udah takdir aja rambut emang harus makin panjang dari hari ke hari. Nggak ngerti juga, deh. Tapi, sekarang ini sih, gue lagi fokus abisin shampoo kuda yang masih banyak itu. Siapa tau bisa makin panjang lagi dan cita-cita gue buat punya rambut panjang yang sehat bisa tercapai. Amin.

Kelebihan shampoo kuda Mane and Tail:

(+) Mempercepat pertumbuhan rambut (perasaan sih begitu)

Kekurangannya:

(-) Rambut mekar dan kasar

(-) Susah diatur

Next purchase:

Lihat sikon dulu kali, ya!

Psst, petualangan memanjangkan rambut belum berakhir sampai di situ karena masih ada lanjutannya di Memanjangkan Rambut dengan Shampoo Kuda Mane and Tail (Part 2)!

Foto: Mariska, Sherly

Mane 'n Tail Shampoo Herbal Gro

Rp 170,000
Mane 'n Tail Shampoo Herbal Gro
7.25

Pemanjangan

9/10

    Harga

    5/10

      Kelembutan

      8/10

        Wangi

        8/10

          Pros

          • Mempercepat pertumbuhan rambut.

          Cons

          • Lebih mahal daripada shampo biasa.
           

           

          Top

          Makasih udah baca sampai selesai kak!

          Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

          mariskatracy-rock

           

          The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy