FacebookTwitter
Page 1 of 2812345...1020...Last »

Kuliah Gizi dan Icip-icip Asyik di Jelajah Gizi Semarang – Day 1

By on Apr 26, 2018 in Diary, Food Porn

Curhaaattt, Maaa! Iya, dong! Sebelumnya izinkan Kak Uung curhat sedikit di blog ini. Jadi, beberapa waktu lalu, Kak Faya Soewardi mention gue di akun Instagram @nutrisibangsa (Nutricia Sarihusada) supaya gue ikutan kuis #JelajahGizi #JelajahGiziSemarang 2018, di mana pemenangnya bisa ikutan untuk mengeksplorasi pangan berkelanjutan di Kota Semarang selama 3 hari 2 malam dari 20-22 April 2018. Gue tahu banget kenapa kak Faya suruh gue ikutan. Karena, kuisnya memang tidak jauh dari dunia dapur dan dia tahu banget gue hobi berantakin dapur. Jelajah Gizi ke-6 kini hadir lagi, dan @nutrisibangsa mencari 10 Orang Petualang Jelajah Gizi untuk mengikuti 3Hari 2Malam “Ekplorasi Pangan Berkelanjutan di Kota Semarang”. Bagaimana cara ikutannya? Simak mekanismenya berikut: 1. Follow akun media sosial Instagram @nutrisibangsa dan Twitter @nutrisi_bangsa, serta Facebook Fanpage Nutrisi Untuk Bangsa. 2. Mengunggah foto masakan dengan tema “Makanan Sehat dari Bahan Sekitar” ke Instagram dengan caption yang menarik dengan menyertakan resep dan cara memasak. 3. Tag akun Instagram @nutrisibangsa dan sertakan hashtag #JelajahGizi #JelajahGiziSemarang, jangan lupa tag 3 teman lainnya. 4. Informasi lebih lanjut klik http://jelajahgizi.id A post shared by Nutrisi untuk Bangsa (@nutrisibangsa) on Mar 28, 2018 at 2:49am PDT Wah, menarique nih. Soalnya, kita bisa jalan-jalan dan kulineran di Semarang gratis! Tapi, gue cuma saved terus gue hampir lupa ikutan. Alhasil waktu submit foto dan caption cuma tinggal tiga hari. Ya, udah deh langsung keluarin aksi kebut semalam kayak anak kuliahan menghadapi UAS. Dan nggak nyangka, ternyata malah terpilih menjadi 1 dari 10 orang yang dikirim ke Semarang! Hore! Padahal, waktu itu gue nggak berharap terlalu banyak, karena masih trauma dengan sebagian kuis. Hahaha… Okelah langsung aja ke inti permasalahannya. Di antara 9 pemenang tersebut hampir tak gue kenal semua. Waktu kumpul di Bandara Soekarno Hatta sempat kenalan sama beberapa, sih. Yang gue benar-benar kenal cuma satu, yaitu kak @rockadocta (Diana Leiwakabessy) yang merupakan teman...

Ngopi dan Ngemil Manjah di Darling Habit Bake & Butter yang Serba Shabby Chic

By on Mar 27, 2018 in Diary, Food Porn

Pasti di sini nggak ada yang tahu kan, kalau Kak Uung suka banget sama tema shabby chic, kira-kira pas tahun 2014 atau 2015 kemarin. Bahkan dulu, gue sempat kepikiran pengin hias seluruh sudut rumah dengan gaya shabby chic. Saking sukanya sama tema shabby chic, filter foto di Instagram pun harus shabby chic, tapi failed abis. Nggak usah dikasih lihat deh, ya, karena masa lalu nggak perlu diungkit-ungkit. Hahaha… Terus, gue lupa dong kalau gue pernah suka sama shabby chic. Jadi, gue nggak pernah tuh hias-hias rumah pakai pajangan shabby chic. Kebetulan banget, beberapa waktu lalu gue sempat diundang buat review kafe baru di Kemang namanya Darling Habit Bake & Butter. Sebenarnya bukan kafe baru banget juga sih, karena tahun 2017 kemarin, mereka juga sudah buka kafe ini di Tebet. Nah, Darling Habit Bake & Butter ini bergaya shabby chic. Gue pun langsung inget kalau dulu gue sempat ngefans sama dekorasi shabby chic. Tiba-tiba hasrat untuk punya rumah dengan tema shabby chic pun muncul kembali bagaikan CLBK dengan mantan. Ya gimana nggak CLBK kalau interiornya cantik bingit kayak begini.   Tentu aja keinginan untuk menghias rumah cantik dengan shabby chic kembali muncul. Tapi, yakin bakal rajin diberesin? Yakin kuat imannya? Nggak juga, sih. Makanya masih mikir-mikir. Balik lagi, ya, ke kafe Darling Habit Bake & Butter. Di sana banyak banget spot foto cantik yang bisa dikulik. Kalau selfie di setiap sudutnya, sudah pasti hasil fotonya instagenic banget dan bisa mempercantik feed Instagram kalian. Untuk anak zaman now yang suka hapus-hapusin foto di Instagram, gue rasa nggak bakal tega hapus foto pas nongkrong di Darling Habit Bake & Butter. Soalnya cakep banget, sih! Nih, kayak foto-foto gue kemarin. Foto2 di rumah baru #halu 📷: @mokohh A post shared by Mariska Tracy (@mariskatracy) on Mar 15, 2018 at 6:28am PDT Tempatnya juga...

Like It! Healthy Drink: Minum Susu Almond Nggak Pakai Repot!

By on Mar 3, 2018 in Diary, Food Porn, Review Produk

Sering lihat nggak ibu-ibu yang coba bikin susu almond sendiri di rumah pakai blender? Peras almond-nya setengah mati karena manual pakai tangan saringan kain. Itulah yang bikin gue malas bikin susu almond. Udah gitu, harga kacang almond lumayan mahal di pasaran. Jadi, gue lebih memilih makan kacang almond utuh tanpa diproses jadi susu. Padahal, gue suka banget sama susu almond. Ya, semuanya juga Kak Uung suka! Tapi, kalau almond gue suka karena banyak banget manfaatnya, yaitu untuk membantu menurunkan berat badan, menurunkan kadar kolesterol jahat, mencegah diabetes, meningkatkan kinerja otak, mempercantik kulit, meningkatkan daya kerja otak, meningkatkan produksi ASI (air susu ibu) bagi ibu hamil, dan lain-lain. Kini, di pasaran banyak banget yang jual susu almond. Tapi, banyak juga yang pakai pengawet dan pemanis buatan. Pastinya berasa nggak sehat banget deh, apalagi kalau dibuatnya kemanisan. Jangan-jangan almond-nya sedikit dan lebih banyak gula. Berasa ketipu nggak, sih? Kabar baiknya, kini ada produk Like It! Healthy Drink yang menyediakan susu almond asli yang terbuat dari bahan alami, tanpa pengawet, dan tanpa pemanis buatan. Susu almond Like It! Healthy Drink diproduksi dengan cold pressed system, sehingga kandungan nutrisi almond-nya tetap terjaga. Bukan pakai blender biasa, seperti yang dijual di tempat lain. Jadi, susu almond-nya lebih creamy, berserat (pas diminum masih berasa ada ampasnya), dan higienis, karena nggak bersentuhan dengan tahan. Beda kalau bikin pakai blender, di mana almond-nya disaring pakai kain dan diperas. Kemarin itu, gue cobain empat jenis rasa susu almond yang berbeda di Like It! Healthy Drink. Ada rasa original, dark chocolate, avocado, dan green tea. Eh, maaf! Pose belum siap, tapi udah dijepret! Ini yang bener. Masing-masing beratnya 250 ml, ya! Dan gue suka semua rasanya! Ya iyalah, apa coba yang gue nggak suka! Eh, tapi beneran susu almond dari Like It! Healthy Drink emang enak semua. Yang original...

Memasak Lebih Sehat dengan Cookware Set dan Frying Pan Kangaroo Indonesia

By on Jan 1, 2018 in Diary, Review Produk

Sebelumnya, Kak Uung pengin ucapin Selamat Tahun Baru 2018 untuk kalian yang merayakan. Di tahun 2017 kemarin, sudah banyak kesalahan dan kekhilafan yang gue buat, salah satunya jarang bahkan hampir tidak pernah ngeblog lagi. Sampai-sampai blog ini jadi sarang laba-laba bak tangan yang tidak pernah digandeng. Hahaha… Mengawali tahun 2018, Kak Uung punya cerita mengenai cookware set dan frying pan baru yang gue punya. Kali ini merknya adalah Kangaroo Indonesia. Aslinya, Kangaroo berasal dari Vietnam dan memiliki visi untuk mengutamakan kesehatan konsumennya. Di Vietnam sendiri, Kangaroo merupakan brand nomor 1 untuk kategori home appliances dan sudah masuk ke Indonesia tahun 2015. Kelebihannya: Terbuat dari material food-grade yang aman untuk memproses makanan. Lapisan anti lengketnya nggak mudah terkelupas dan bebas PTFE-PFOA (senyawa kimia berbahaya yang ada di teflon klasik. Memungkinkan kita untuk masak dengan sedikit minyak namun tidak lengket. Apa aja sih cookware set dan frypan yang Kak Uung pakai dari Kangaroo Indonesia? 1. KG 864 Cookware Set Ketiga panci tersebut memiliki diameter 16-20-24 cm. Bahannya Nano Tech SS dengan bahan anti lengket Xylan dari USA. Selain terlihat elegan dengan aksen warna gold, di bagian dalam panci tersebut juga ada alat pengukurnya. 2. KG 919 Frying Pan Frying pan yang satu ini diameternya 24 cm, bahannya aluminium dengan anti lengket teflon. Juga ada tutupnya. Warnanya ijo cakep gitu. Matching sama warna makanan apa pun. 2. KG 675 Fyring Pan Frying pan yang satu ini gue juga suka banget! Warnanya krem. Jarang kan ada alat masak yang warnanya kayak begini (kalau di rumah gue). Bahannya juga dari aluminium tapi anti lengketnya dari marble. Mulus kayak lantai rumah orang kaya. Hahaha… Diameternya 20-24 cm dan ada bonus spatula kayunya. Lalu aplikasinya gimana, Kak? Seperti ini mix and match-nya. 1. Masak Ayam Goreng Bacem Bahan: 1 kg ayam potong Bumbu halus: 1,5 sendok...

Pengalaman Baking dengan Electrolux Microwave Oven EMS3087X

By on Jul 6, 2017 in Diary, Food Porn, Review Produk

Menjelang libur Lebaran kemarin, Kak Uung nodong Kak RG supaya beliin oven. Hahaha… Soalnya, emang niat mau belajar baking selama libur Lebaran. Belagu banget, ya! Sok belajar baking! Ngulek sambel aja masih belum bener. Keputusan buat beli oven juga udah dipikirin mateng-mateng kok. Sebelumnya, gue udah coba-coba bikin kue pakai ricecooker atau kukusan. Supaya tahu, sebenarnya gue suka nggak sih bikin kue. Setelah gue coba-coba, ternyata gue suka bikin kue! Ya udah deh, minta izin sama Kak RG buat beli oven dan akhirnya dikasih. Akhirnya, kami pun cari oven di Central Park. Setelah menyusuri Central Park hingga betis berotot, akhirnya kami pun memutuskan untuk beli Electrolux Microwave Oven EMS3087X. Soalnya, benda canggih ini nggak cuma bisa ngeovenin kue, tapi juga bisa menghangatkan makanan, defrost makanan, dan fermentasi makanan. Empat fungsi dalam satu alat. Canggih kayak kantung Doraemon. Harganya tiga jutaan. Mahal banget sih untuk ukuran alat masak, tapi karena fungsinya ada empat, ya, udah deh, hajar! Lagian, Kak RG sendiri yang pilih Electrolux Microwave Oven EMS3087X. Jadi, kalau ada kenapa-kenapa, biar dia yang disalahin. Hahaha… Bentuknya kayak begini. Gede juga kayak lapangan bola. Kalau dalamnya kayak begini. Setelah gue pakai Electrolux Microwave Oven EMS3087X, gue lumayan suka sih. Soal hangatin makanan dengan fitur Microwave-nya praktis banget! Tinggal pencet berapa menit, langsung anget deh tuh makanan kayak baru dimasak. Begitu juga dengan fitur Defrost makanan. Itu lho fitur yang bisa bikin makanan kembali ke suhu ruangan. Misal, kalian baru keluarin daging dari kulkas. Kan dagingnya jadi beku banget. Harus tunggu lama banget baru deh tuh daging nggak beku dan suhunya sama kayak ruangan. Nah, dengan fitur Defrost, kalian bisa bikin daging beku jadi nggak keras lagi kayak belum dimasukin kulkas cuma dalam waktu beberapa menit. Kalau fitur Ferment, kalian bisa melakukan fermentasi apa pun. Misal, ngembangin roti pakai ragih. Ya uda tinggal taruh adonan roti...

Menghilangkan Flek Hitam di Tangan dengan Jafra Hand Care

By on Jun 28, 2017 in Beauty, Diary, Review Produk

Hilluuww cemuwah! Lama tak jumpa di blog yang sudah seperti tangan yang lama tidak digandeng (banyak sarang laba-labanya). Maklum deh, Kak Uung lagi sibuk banget dengan dunia pekerjaan dan rumah tangga. Sekaligus sedang mendalami ilmu cooking dan baking yang tak kunjung ahli. Hiks. Sedih, ya. Kali ini, Kak Uung pun kembali di blog untuk membahas hal yang tidak berguna. Soalnya, kemarin sempat ada yang kasih komentar di Instagram, minta gue buat update blog. Hahaha… Makasi, ya, udah diingetin supaya tetep waras. Kalau nggak, gue bakal lupa kalau gue punya blog. Hal tidak berguna yang gue pengin bahas adalah soal tangan gue yang sempat muncul flek hitam! Kayaknya sih gara-gara gue sempet liburan ke Bali akhir Mei kemarin (18-21 Mei) terus panas-panasan nggak pakai sunblock. Hahaha… Nah, pas tanggal 25 Mei yang kebetulan adalah hari ulang tahun gue, flek hitam tersebut pun muncul! Sungguh perpaduan sempurna antara sinar matahari jahat dan pertambahan umur. Kira-kira seperti inilah tangan kanan gue yang muncul flek hitam. Tentulah gue kaget! Gila aja tangan gue yang tadinya mulus tiba-tiba muncul flek hitam lumayan banyak. Kalau cuma menghitam sih nggak masalah. Besok-besok juga putih lagi, soalnya gue kan Cina. Hahaha… Gue pun sempat nggak percaya ada flek hitam di tangan gue. Gue malah mengira itu cuma kotoran. Sampai gue cuci tangan dan scrub tangan berkali-kali. Rasanya sulit menerima kenyataan yang ada. Di kantor pun gue sampai tanya ke Cik Peggy, temen sebangku gue. “Cik, ini tangan gue kenapa, ya? Keluar flek, ya?” “Kak Uung, ternyata kamu sudah menua. Tanganmu udah kayak mamaku. Apalagi kalian sama-sama Cina,” jawab Peggy rasis. Padahal, dia kan juga setengah Cina. “Heh, tangan mamak-mamak Cina?” “Iya, kalau orangtua kan kebanyakan begitu tangannya. Terutama orang Cina. Kamu perhatiin aja tangan mamamu.” “Aduh, sebentar lagi tanganmu makin jelek kayak pantat babi. Hahaha,” kata Peggy...

Resep Ayam Geprek Pedas Mampus

By on May 14, 2017 in Diary, Food Porn

Belakangan ini, ayam geprek lagi dicari banget. Kalau jualan ayam geprek, harusnya bisa tajir melintir. Karena gue orangnya kompetitif, gue nggak beli ayam geprek, tapi gue bikin sendiri dong. Katanya sih, ayam geprek berasal dari Yogyakarta. Bermula dari anak kampus yang makan ayam goreng KaEfSi terus digeprek pakai sambal korek. Ternyata, rasanya nikmat mampus. Jadi, kalau mau bikin ayam geprek, pastinya kudu pakai ayam goreng tepung bak KaEfSi. Resep ayam geprek di internet banyak bingit. Saking banyaknya, bingung harus ikutin yang mana. Akhirnya, gue ambil resep dari internet sedikit, ditambah dengan pengalaman gue sendiri saat memasak ayam goreng tepung dan sambal korek. Akhirnya, gue menamai menu ini Ayam Geprek Pedas Mampus! Yuk, ah, langsung aja bikin! Bahan ayam: 500 gram daging ayam fillet dipotong dadu (di gambar sih nggak sampai 500 gram) 4 siung bawang putih dicincang halus Garam secukupnya Lada secukupnya 2 butir telur ayam dikocok Tepung terigu serba guna secukupnya Minyak untuk menggoreng Bahan sambal korek: Bawang putih secukupnya Cabai rawit merah sesuai selera Garam secukupnya Minyak panas secukupnya Side dish: Kol goreng Cara membuat: Marinasi daging ayam yang sudah dipotong dadu dengan bawang putih cincang, garam, dan lada. Diamkan selama minimal 15 menit. Daging ayam yang sudah dimarinasi, dicampur dengan kocokan telur, dan tepung terigu serbaguna supaya bisa digoreng tepung. Goreng hingga kecokelatan. Untuk bikin satu porsi Ayam Geprek Pedas Mampus, ulek dulu 1 siung bawang putih dengan 15 cabai rawit merah. Buat gue sih segitu sudah pedas bingit, ya! Kalau mau lebih mampus, tambahin lagi aja! Lalu tambahkan garam, ambil ayam goreng secukupnya, dan geprek dengan sambal tersebut. Kalau sudah digeprek, tuang tiga sendok minyak panas ke atas ayam geprek. Sajikan dengan nasi hangat atau kol goreng. Ayam Geprek Pedas Mampus ini bisa untuk 4-5 orang tergantung tingkat kerakusan seseorang. Gue juga nulis resep tersebut...

5 Keuntungan Meninggalkan Rumah Orangtua

By on May 8, 2017 in Diary

Dari lahir hingga tumbuh menjadi gadis tua bangka berusia 30 tahun, gue sama sekali nggak pernah ngekos atau memisahkan diri dari orangtua. Makanya, waktu gue nikah, gue senang banget! Soalnya, gue punya kesempatan untuk memulai hidup baru dengan cara memisahkan diri dari orangtua. Nggak ada tuh yang namanya drama-dramaan sok galau atau sedih lantaran bakal pisah sama orangtua. Soalnya, gue tahu bakal ada banyak keuntungan yang bisa gue dapatkan kalau gue pisah sama mereka. Intinya gue udah tua bangka lho, bukan anak kecil lagi. Saatnya gue menjadi ratu di rumah yang bisa seenaknya atur hidup dan rumah sendiri. Setiap kali ada yang tanya: Gimana perasaan lo mau nikah? Galau nggak? Sedih nggak? Gue bakal jawab “BIASA AJA, CUY!” Karena, emang kayak gitu yang gue rasakan. Setelah lima bulan pisah dari orangtua, manfaat yang gue rasakan antara lain: 1. Jadi Bisa Masak Tadinya gue pikir gue bakal kelaparan kalau pisah dari orangtua. Ternyata nggak tuh. Gue malah jadi bisa masak setelah pisah dari orangtua. Mau nggak mau kudu coba masak sendiri, Bray! Selain itu, gue juga bisa tentuin sendiri pengin makan apa setiap hari. Mau diet dengan cara makan makanan sehat juga gampang sekarang, soalnya menu dan bahannya, gue yang atur sendiri. Dan yang lebih enaknya lagi, nggak ada mulut pedas yang bakal komentarin masakan gue. Kebayang nggak kalau gue masih tinggal sama nyokap. Masak salah sedikit dikomentarin dan sudah pasti bakal selalu dibanding-bandingkan sama masakan dia. Namanya juga emak-emak senior, ya, udah pasti belagu soal masak. Padahal, di luar sana masih banyak makanan yang lebih enak. 2. Jadi Belajar Beres-beres Rumah Sendiri Waktu masih tinggal sama orangtua, gue jarang banget beres-beres kamar, apalagi beresin seisi rumah. Dulu, ganti seprai sendiri aja malas! Kalau sekarang, udah mendingan banget! Soalnya, kalau bukan gue yang bertanggung jawab sama kebersihan rumah, siapa lagi,...

Page 1 of 2812345...1020...Last »
Top
The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy